AYOJAKARTA.COM - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (BPNT) tahap kedua.
Selain bantuan reguler, penerima manfaat juga akan menerima tambahan sebesar Rp400.000 sebagai bagian dari penebalan bantuan untuk menghadapi tekanan ekonomi.
Kabar baik datang bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum menerima saldo. Kemensos telah merilis daftar SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) tahap kedua termin ketiga.
Artinya, masih ada peluang besar bagi mereka yang sempat tertunda untuk segera menerima dana bantuan dalam waktu dekat.
Proses Penyaluran di Berbagai Daerah
Beberapa wilayah telah menuntaskan penyaluran bansos bulan Juni, termasuk pencairan tambahan Rp400.000.
Kota Bengkulu menjadi salah satu contoh yang telah sukses menyalurkan bantuan kepada lebih dari 22.000 KPM dengan total nilai mencapai Rp79,3 miliar.
Dana tersebut mencakup program sembako, PKH, bantuan atensi yatim piatu, hingga permakanan untuk lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengungkapkan bahwa penyaluran ini dilakukan secara bertahap melalui lembaga keuangan resmi, termasuk Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari program ini adalah memastikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang masuk kategori rentan secara ekonomi.
Perubahan besar dalam sistem pendataan bansos tengah berlangsung. Pemerintah kini mengganti sistem lama, yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Penting! Jadwal SPMB Jatim 2025 Tahap 3, Pendaftaran Mulai 26 Juni untuk SMA/SMK Jalur Domisili
Verifikasi ulang dilakukan terhadap lebih dari 20 juta KPM, dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan BPKP. Dampaknya, sejumlah bantuan sempat tertunda karena proses validasi yang ketat.
Namun, sistem DTSEN diyakini mampu mengurangi kesalahan penerima dan memastikan bansos lebih tepat sasaran berdasarkan tingkat kesejahteraan, bukan semata lokasi tempat tinggal.
Status SP2D Tahap 2 Termin 3
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa sekitar 1,3 juta data sempat gagal salur. Hingga saat ini, lebih dari 580 ribu KPM telah berhasil menerima bantuannya, sementara 768 ribu lainnya masih dalam proses perbaikan data.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 751 ribu akan disalurkan melalui Bank Himbara, dan sisanya melalui PT Pos Indonesia.
Kemensos telah mengirimkan data bayar terbaru ke seluruh daerah, mencakup daftar nama penerima yang tercantum dalam SP2D.
Bagi penerima yang sudah muncul dalam sistem DTSEN namun belum menerima saldo, disarankan untuk berkoordinasi dengan pihak desa, kelurahan, atau pendamping sosial guna memastikan status pencairannya.
Tambahan bantuan Rp400.000 diberikan secara otomatis kepada seluruh KPM BPNT tahap kedua, baik penerima murni maupun yang juga mendapatkan PKH.
Baca Juga: Rekomendasi 3 HP Rp1 Jutaan Spek Dewa Juni 2025, Cocok untuk Pelajar dan Pengguna Medsos Aktif
Total alokasi ditujukan kepada 18,3 juta keluarga di seluruh Indonesia. Meski belum ada pencairan massal secara serentak, laporan saldo masuk di beberapa bank penyalur mulai bermunculan di berbagai media sosial.
Bantuan tambahan ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat, terutama menjelang tahun ajaran baru dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Proses penyaluran diperkirakan selesai pada akhir Juni 2025, dengan capaian realisasi saat ini sudah lebih dari 95 persen.***

Share this article
Bansos PKH & BPNT tahap 2 terus disalurkan, termasuk tambahan Rp400rb. Cek SP2D & koordinasi jika belum cair. Penyaluran capai 95%.