AYOJAKARTA.COM - Kabar menggembirakan datang untuk para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Indonesia, karena proses pra pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga telah resmi dimulai pada hari ini.
Para KPM yang telah berhasil melewati tahap pengecekan rekening disarankan untuk menyiapkan kartu ATM mereka karena pencairan sudah di depan mata.
Namun, terdapat informasi penting khususnya bagi KPM yang berdomisili di Jawa Barat, di mana Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh KPM penerima manfaat PKH, BPNT, dan bantuan lainnya.
Baca Juga: Status Terbaru PKH BPNT Tahap 3 dan Kabar Gembira PIP Rp 750 Ribu Sudah Cair, KPM Full Senyum!
Evaluasi ini dilakukan setelah hasil survei Kementerian Sosial menemukan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan penggunaan dana bansos untuk judi online terbanyak melalui kartu Kombo Kartu Sejahtera (KKS).
Proses verifikasi dan validasi ulang ini kemungkinan akan menyebabkan keterlambatan pencairan di wilayah Jawa Barat, kecuali jika proses tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dalam minggu ini.
Untuk dapat menerima bantuan PKH BPNT tahap ketiga, KPM harus memastikan bahwa mereka berada dalam kategori desil 1 hingga desil 5 berdasarkan data Kesejahteraan Sosial (DTKS).
KPM dengan desil 1-4 berpotensi mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH), sementara yang berada di desil 1-5 dapat menerima program sembako atau BPNT, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), serta asistensi rehabilitasi sosial atau atensi yatim piatu dan lain sebagainya.
Penting untuk dicatat bahwa KPM dengan desil 6-10 sudah dipastikan tidak dapat menerima bansos PKH dan BPNT.
Proses pra pencairan tahap ketiga ini telah dimulai sejak bulan Juli 2025 dengan tiga tahapan utama: periode Mei-Juni-Juli 2025 yang mencakup penetapan DTKS, penyesuaian regulasi, uji petik, verifikasi dan validasi, penetapan calon KPM dan lembaga penyalur.
Bulan Agustus menjadi momentum kick off penyaluran serentak dengan pembentukan Satgas Penyaluran dan Konsolidasi Pilar Sosial bersama Pemerintah Daerah, serta ground checking yang berlangsung dari 1-18 Agustus.
Bukti nyata dari dimulainya pencairan sudah terlihat dengan adanya laporan KPM yang menerima bantuan BPNT senilai Rp 600.000 di Bank BNI pada tanggal 11 Agustus 2025 melalui validasi sistem.
Selain bantuan BPNT tersebut, KPM juga akan menerima bantuan penebalan sejumlah Rp 400.000, sehingga total yang diterima mencapai Rp 1 juta.
Bagi KPM yang sebelumnya hanya menerima BPNT murni, disarankan untuk melakukan pengecekan secara berkala karena dalam beberapa minggu ke depan kemungkinan akan ada penambahan saldo untuk komponen PKH berdasarkan kategori dalam Kartu Keluarga seperti anak SD, SMP, lansia, dan penyandang disabilitas.
KPM BPNT memiliki potensi terbesar untuk menerima nominal Rp 1,6 juta pada tahap ketiga, khususnya bagi mereka yang ditetapkan sebagai penerima PKH murni (Rp 600.000) sekaligus penerima BPNT tahap kedua (Rp 600.000) ditambah penebalan (Rp 400.000).
Selain itu, bantuan atensi yatim piatu juga sedang dalam proses dan berpotensi cair di bulan Agustus untuk periode Juli-Agustus-September dengan nominal Rp 600.000, semakin menambah optimisme para penerima bantuan sosial.***
Baca Juga: Mari Rayakan Merdeka! Jakarta Berikan Keleluasaan Berkendara di 17-18 Agustus - Weekend Kemerdekaan

Share this article
Pra pencairan PKH & BPNT tahap 3 dimulai. Jabar evaluasi KPM karena judi online, pencairan bisa tertunda. BPNT & YAPI sebagian cair.