AYOJAKARTA.COM - Putra Aji Adhari yang merupakan cyber security angkat bicara soal identitas sosok Bjorka.
Putra Aji Adhari sendiri adalah sosok yang pernah viral lantaran aksinya yang berhasil membobol situs NASA saat dirinya masih SMP.
Pemuda kelahiran 1 Februari 2004 ini juga sempat dikaitkan ada hubungannya dengan sosok Bjorka.
Baca Juga: Putra Aji Adhari dan Bjorka Tidak Bisa Disamakan, Lantas Siapa Sosok Hacker Bjorka?
Namun Putra Aji Adhari menampik hal tersebut.
Dikutip dari kanal YouTube Tv One News pada Selasa (20/9/2022) pemuda asal Banten menyampikan pendapatnya mengenai identitas sosok Bjorka.
Menurut Putra, Bjorka adalah sebuah tim bukan seorang oknum atau personal.
Putra Aji Adhari menjelaskan alasannya menyebut Bjorka ini adalah sebuah tim karena melihat aksi yang dilakukannya terbilang cepat.
Berdasarkan logika Aji, rentang waktu pembocoran data yang dilakukan oleh Bjorka ini tidak masuk akal.
Pasalnya berdasarkan pengalaman Aji, peretasan data seperti yang dicuri oleh hacker Bjorka ini memerlukan waktu yang lumayan lama.
Baca Juga: Geger Peretas Baru! Selain Hacker Bjorka, Desorden Retas Data Anak Usaha Pertamina
Bahkan Aji menuturkan jika rentang waktu yang dibutuhkan tersebut bisa berbulan-bulan.
“Itu dalam waktu bulanan lah," tutur pemuda yang sudah diajak bekerja sama oleh pihak NASA sejak usianya 15 tahun tersebut.
Sehingga menurut Putra Aji, secara teknis peretasan yang dilakukan oleh Bjorka terhitung sangat cepat dan tidak masuk akal.
Baca Juga: Setelah Bjorka Kini Muncul Sekelompok Hacker yang Meretas Data Anak Perusahaan Pertamina
Putra Aji Adhari juga menuturkan kemungkinan Bjorka ini berasal dari Indonesia berdasarkan statement yang banyak terungkap dilinimasa.
Namun untuk lebih pastinya Putra Aji Adhari menghimbau untuk menunggu penyampaian resmi dari pemerintah.
Disisi lain Putra Aji menjelaskan bahwa sistem keamanan data di Indonesia memang masih sangat rentan.
Baca Juga: Mengenal Jim Geovedi, Hacker Indonesia Kelas Global
Sehingga wajar jika Bjorka bisa dengan mudah membobol situs di instansi pemerintahan bahkan data yang sangat rahasia.
Lemahnya keamanan situs-situs pemerintah Indonesia ini dikarenakan pada saat pembuatannya tidak difokuskan secara maksimal pada sistem keamanannya.
Tidak hanya itu, bahkan saking lemahnya sistem keamanan situs-situs di Indonesia biasanya digunakan sebagai sasaran peretasan oleh hacker-hacker baru yang masih belajar.
Baca Juga: Pemerintah Kocar-kacir Cari Identitas Hacker Bjorka, Peretas Ini Malah Makin Menjadi
“Bahkan untuk hacker-hacker pemula itu mereka itu ngetesnya itu disitus instansi pemerintah.” Ujar pemuda yang kini berusia 18 tahun tersebut.
Banyaknya kelemahan situs-situs pemerintah Indonesia inilah yang kemudian dijadikan playground oleh para hacker-hacker pemula.
Kebanyakan situs di Indonesia ini memiliki kerentanan yang dampaknya critical.
Baca Juga: Sebelum Kemunculan Hacker Bjorka, Indonesia Sudah Diingatkan Anonymus Bahwa akan Diretas!
Dampak inilah yang menyebabkan si attacker bisa mengambil data base yang ada dalam situs tersebut dengan sangat gampang.
Lebih lanjut Putra Aji menjelaskan bagaimana tahapan si hacker seperti Bjorka ini misalnya, bisa masuk dan meretas sebuah data.
Sambil memperagakan aksinya di depan komputer, Putra Aji menjelaskan tahapannya sebagai berikut.
Baca Juga: Daftar Hacker Paling Berbahaya di Indonesia Salah Satunya Jim Geovedi, Bjorka Juga Termasuk?
“Pertama information gathering lalu yang kedua scanning, ketiga exploitation, ke empat reporting, terakhir mitigasi," tutur Aji.
Dengan waktu kurang dari satu jam Aji sudah bisa masuk ke tahap tiga yaitu exploitation.
Tahap dimana jika sudah menemukan celah keamanannya selanjutnya tinggal dimanfaatkan celah keamananannya untuk mengupload back doors.
Baca Juga: Tidak Takut Jadi Buronan Polisi, Ini Dia Jumlah Kekayaan Hacker Bjorka yang Fantastis
Dengan arti lain, tahapan ketiga ini merupakan tahapan untuk menganalisis kelemahan suatu situs.
Terakhir Putra Aji menegaskan jika perusahaan atau instansi seharusnya menerapkan yang namanya COC dan juga cyber security.
“At least bisa mengurangi dan bisa prepare lah jadi ketika ada serangan cyber kita bisa define," pungkas Putra Aji. ***

Share this article
Peretas NASA, Putra Ajhi Adhari beberkan bahwa situs Pemerintah Indonesia jadi playground para hacker pemula.