AYOJAKARTA.COM - Selama 2 tahun lebih ini Indonesia dilanda pandemi covid 19 yang berdampak terhadap penurunan hampir seluruh aktivitas masyarakat.
Pandemi Covid 19 juga mengakibatkan adanya krisis kesehatan dan krisis ekonomi. Namun, hal itu tidak membuat pengusaha sektor pariwisata di Bali menyerah dalam berbisnis.
Seorang pengusaha sektor di Bali justru meraih omset Rp10 juta per hari setelah beralih menjadi seorang pengusaha budidaya lele.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube BN Channel, diketahui bahwa budidaya ikan lele memiliki prospek yang menjanjikan di Bali.
Peluang usaha tersebut dimanfaatkan I ketut Purnama, seorang pengusaha ikan lele di kabupaten Gianyar Bali.
Diketahui permintaan lele yang cukup tinggi ini sampai harus mendatangkan dari luar Bali.
I Ketut mengatakan bahwa kebutuhan ikan lele di pasaran per harinya mencapai 10-20 ton.
Bermodal dari hanya membeli bibit lele sebanyak 3000 ekor, kini usaha tersebut berkembang pesat hingga mampu menghasilkan panen lele mencapai 500 kg per hari.
Usaha budidaya ikan lele ini bahkan mampu menghasilkan omzet mencapai 10 juta rupiah per hari.
Menurutnya bisnis ini sungguh menjanjikan. Inilah yang membuat I Ketut beralih menjadi pengusaha budidaya ikan lele, beralih dari pekerjaan sebelumnya di mana ia adalah seorang pengusaha sektor pariwisata.
I Ketut menyampaikan bahwa kebanyakan orang masih gengsi untuk mulai bisnis budidaya ikan lele ini.
"Kalau kita berani investasi dengan nilai yang sama aja, saya anggaplah kalau kita berani bangun villa dengan harga 1 M. Kita tanam uang di Lily 1 M saya yakin juga lebih bagus hasilnya kalau daripada villa," tutur I ketut.
"Cuman masalah kembali ke masalah gengsi aja, jadi petani lele atau petani itu kan gengsinya kurang ya itu ya menurut saya sih," sambungnya.
Kemudian I Ketut menjelaskan modal yang ia dapatkan untuk mengelola budidaya ikan ini bahkan mencapai setengah miliar.
"Kebetulan kita dapat modal itu dari efiseli namanya itu, kita dikasih dana untuk pembelian bibit dan pakan. Nah kebetulan kita di sini kita dapat plafon hampir dua setengah miliar untuk budidaya ini jadi kita bisa agak banyak untuk menebar bibit," ungkap I Ketut.
Kini ia memiliki beberapa kolam budidaya ikan lele yang mampu menghasilkan lele sebanyak 500 kg per hari. Ia juga yakin bahwa permintaan lele akan terus bertambah karena rumah makan dengan menu ikan lele.***

Share this article
pengusaha sektor di Bali justru meraih omset Rp10 juta per hari setelah beralih menjadi seorang pengusaha budidaya lele.