AYOJAKARTA.COM — Kecelakaan yang melibatkan rombongan siswa SMK di Ciater menarik perhatian publik.
Salah satu saksi kunci dalam kejadian tersebut adalah Sadira, sopir bus yang bertanggung jawab mengemudikan rombongan tersebut.
Dalam kesaksiannya, Sadira mengungkapkan detik-detik kecelakaan tersebut terjadi. Ia mengatakan kecelakaan terjadi usai Maghrib dan bus akan melanjutkan perjalanan dengan singgah di rest area.
“Habis makan sore sekitar habis magrib saya akan melanjutkan perjalanan arah ke Depok cuman rencananya kan mau singgah dulu di rest area km 7” ucap SadiraM dikutip dari YouTube KOMPASTV, Minggu, 12 Mei 2024.
“Nah cuma pada saat di perempatan Ciater itu kan ada kendaraan lalu-lalang yang keluar masuk, jadi saya berhenti di situ ngerem. Nah itu langsung tahan rem tangan dengan Prei ya kan sampai nginjek rem sampai tidak terlalu jalan,” lanjutnya.
Lalu, menurut Sadira, saat bus hendak menanjak, rem kendaraan tiba-tiba blong. Ia berusaha mencari jalur penyelamat, namun tidak menemukan opsi yang memadai di sekitar area tersebut.
“Setelah saya masuk itu saya lihat kondisi angin tahu habis begitu, nah pada saat itulah saya sudah hilang kendali untuk mencari penyelamat biasanya kan sudah ada antisipasi jalur apa namanya yang nanjak ke atas itu kan Nah ternyata kan di situ tidak ada,” ucap Sadira.
"Dalam pemikiran saya kalau saya teruskan melalui jalan raya otomatis banyak kendaraan yang tersambar” lanjutnya.
Dalam keadaan terdesak, Sadira memutuskan untuk menabrakkan bus ke tiang listrik agar kendaraan bisa berhenti dan menghindari kemungkinan membahayakan kendaraan lain yang sedang melintas.
"Akhirnya saya punya inisiatif harus ngebuang, nah di depan saya lihat ada tiang listrik agar kendaraan bus itu berhenti terpaksa saya putar ke kanan gitu dan setelah itu saya sudah tidak tahu apa yang terjadi lagi,” ucapnya.
Baca Juga: Tragis! Kecelakaan Bus PO Rosalia Indah di Tol Batang-Semarang Tewaskan 7 Orang
Ia mengaku kalau diteruskan raya banyak yang akan tersambar oleh bus karena di depan bus terdapat lima pengendara motor yang sudah di klakson tidak minggir.
“Karena kalau saya teruskan untuk melalui jalan raya itu akan terjadi hal-hal yang banyak akan terjadi gitu karena di depan saya lihat ada sepeda motor sekitar lima rombongan saya klakson tidak mau minggir,” katanya.
“Akhirnya saya terpaksa ngebuang ke kanan untuk menyelamatkan daripada lebih banyak korban yang di depan lebih baik untuk menghindari kecelakaan yang lebih banyak jadi saya mengambil antisipasi, ya terpaksa saya buang ke kanan untuk agar kendaraan bus itu berhenti,” ucap Sadira.
Saat ini, Sadira sedang menjalani perawatan di RSUD Subang. Meskipun belum ada perawatan yang diberikan secara intensif, ia tetap berharap untuk segera pulih dan berkumpul kembali dengan keluarga.***
Share this article
Dalam kesaksiannya, sopir bus Sadira mengungkapkan detik-detik kecelakaan bus SMK Lingga Kencana terjadi.