AYOJAKARTA.COM - Selama berlangsungnya arus mudik Idul Fitri tahun 2024, tercatat angka kasus kecelakaan di jalan bebas hambatan yang mencapai ribuan.
Pernyataan terkait jumlah kasus kecelakaan saat arus mudik tersebut disampaikan Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso saat memberi keterangan.
Kepada awak media, Korlantas Polri juga mengimbau dan meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada guna memperkecil terjadinya kasus kecelakaan saat arus mudik.
Baca Juga: Rahasia Tersembunyi di Balik Waktu Kelahiran dan Hubungannya dengan Kepribadian, Ini Penjelasannya!
Brigjen Pol Raden Slamet Santoso menambahkan, rute perjalanan panjang dan lurus ditengarai menjadi salah satu penyebab tingginya kecelakaan.
Sehubungan dengan puncak arus mudik lebaran, Juru Bicara dari Kementerian Perhubungan ikut memberikan tanggapan.
Menurut Adita Irawati, meski angka kecelakaan mencapai ribuan namun hal tersebut menunjukkan penurunan.
Pada H-6 hingga pelaksanaan Hari H Idul Fitri di tahun 2023 tercatat sebanyak 1.723 kasus kecelakaan, sedangkan pada tahun 2024 tercatat sebanyak 1.581 kasus.
Berdasarkan pada data tersebut, Adita menegaskan bahwa jumlah kasus kecelakaan terjadi penurunan kasus sebanyak 12 persen dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Temukan Profesi yang Cocok Berdasarkan Golongan Darah yang Dimiliki, Cek Kamu Termasuk yang Mana?
“Turun 12 persen, dan tingkat fatalitas juga relatif turun sedikit sebesar 0,04 persen,” jelas Adita pada 15 April 2024 di Jakarta.
Namun demikian, Adita tidak memungkiri bahwa jumlah korban kecelakaan yang mengalami luka berat selama arus mudik ikut mengalami kenaikan.
Adapun nilai persentase kenaikan dari jumlah luka berat dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 16 persen.
Sementara untuk korban kecelakaan selama arus mudik dengan kategori luka ringan, tercatat mengalami penurunan sebesar 18 persen.
Lebih lanjut, Adita menambahkan ikut merasa prihatin kepada para korban yang mengalami peristiwa kecelakaan.
Selama masa libur lebaran dan arus mudik tahun 2024, peristiwa kecelakaan di KM 58 serta ruas Tol Batang menjadi salah satu peristiwa yang paling mengundang rasa empati publik.
Terkait dengan dugaan penyebab masih besarnya angka kecelakaan selama masa arus mudik lebaran, Adita memberi penilaian.
Menurutnya, tingginya kasus kecelakaan yang terjadi selama arus mudik lebih disebabkan karena faktor kondisi kendaraan serta manusia akibat kelelahan.
Guna mengantisipasi peristiwa kecelakaan di masa mendatang, Adita kembali mengingatkan pentingnya kondisi kendaraan serta pengemudi.
Selain kendaraan dan pengemudi, Jubir Kemenhub juga menghimbau agar masyarakat tidak mengabaikan keselamatan dengan memilih travel ilegal sebagai moda transportasi lebaran.
“Meski angkanya turun, tetapi itu menjadi perhatian kami untuk melakukan perbaikan agar target zero accident bisa direalisasikan,” pungkasnya. ***

Share this article
Terkait dengan dugaan penyebab masih besarnya angka kecelakaan selama masa arus mudik lebaran, kemenhub ungkap...