AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan berantai oleh Aki Wowon Cs di Cianjur dan Bekasi masih terus dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Tercatat kejahatannya itu sudah masuk dalam kategori kejahatan tingkat berat dalam pembunuhan berantai.
Atas aksi sadisnya itu, menyebabkan ada sembilan korban jiwa yang diketahui telah meninggal.
Menurut catatan kepolisian para korban terdiri dari dua TKW yakni Siti yang di jasadnya dibuang ke laut oleh Noneng (mertua Aki Wowon) dan Farida tewas karena diracun.
Baca Juga: Jejak Pesugihan, Polisi Temukan Tiga dari Enam Istri Dukun Wowon Jadi Korban Pembunuhan Berantai
Noneng usai membunuh Siti atas perintah Wowon itu, kemudian ikut dibunuh oleh Duloh dengan cara diracun.
Selain itu, korban Aki Wowon ini juga ada tiga dari istrinya yang dibunuh. ketiga korban itu adalah Wiwin yang merupakan anak Noneng, lalu Halimah yang dibantu dibunuh oleh Duloh, dan Ai Maimunah yang tewas di racun di Bekasi.
Tercatat juga anak Aki Wowon, Bayu (2) dibunuh dengan cara dicekik oleh Duloh.
Kemudian ada nama Ridwan dan Riswadi anak dari Ai Maimunah yang juga turut dibunuh dengan diracun.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Berantai, Ujang Zaenal Nyaris Dibunuh Wowon Cs, Ternyata Untuk Buang Sial
Kendati demikian, pihak kepolisian masih belum bisa menyimpulkan bahwa Dukun Aki alias Wowon adalah dalang atau otak dibalik pembunuhan berantai.
"Kesimpulan itu (otak/pelaku utama) belum bisa kita simpulkan karena ini sangat dinamis. Keterangan pelaku dengan yang lainnya masing-masing, kan tentu memiliki nilai yang rendah sebenarnya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip dari laman republika.co.id, Senin (23/1/2023).
Menurut Kombes Trunoyudo untuk menentukan otak atau pelaku utama pembunuhan berantai itu harus melalui Scientific Crime Investigation (CSI).
Melalui Scientific Crime Investigation (CSI) atau alat bukti ini bisa membantu untuk menentukan peran dari pada si pelaku Dukun Wowon.
Oleh karenanya, Kombes Trunoyudo menyebutkan bahwa pihaknya akan melibatkan Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) untuk mengetahui kondisi jiwa dari para pelaku pembunuhan berantai.
"Apsifor juga sudah kita libatkan artinya ada secara prosedural kan memakan waktu, ada observasi dan lain-lain. ini tidak bisa kita buka juga secara teknis," ujar Trunoyudo.***

Share this article
Kasus pembunuhan berantai oleh Aki Wowon Cs di Cianjur dan Bekasi masih terus dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.