AYOJAKARTA.COM – Dinsos Kota Bogor menemukan hal mengejutkan ketika melakukan evakuasi terhadap penghuni kolong jembatan Panaragan, Kota Bogor.
Seperti diketahui bahwa penghuni kolong jembatan merupakan orang-orang yang menyambung hidup dengan berprofesi sebagai pengemis dan pemulung.
Namun Dinsos Kota Bogor menemukan fakta bahwa orang-orang ini dengan sengaja menjadi penghuni kolong jembatan agar mendapat belas kasihan dari masyarakat.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @dinsoskotabogor (28/4/2023), mendiami kolong jembatan merupakan salah satu trik agar para pengemis dan pemulung bisa mendapat pemasukan dari belas kasihan.
“Mereka menjadi pengemis dan pemulung sebagai profesi dan pekerjaan rutin. Tinggal di kolong jembatan menjadi cara untuk dikasihani untuk menambah penghasilan mereka,” ketik Dinsos Kota Bogor.
Meski kerap kali membuat masyarakat yang melihat pengemis dan pemulung ini tersentuh hatinya karena iba, namun ternyata Dinsos Kota Bogor menemukan fakta yang mengejutkan.
Nyatanya pengemis dan pemulung yang menjadi penghuni kolong jembatan memiliki jumlah kekayaan yang fantastis.
Dalam evakuasinya, Dinsos Kota Bogor menemukan bahwa seorang penghuni kolong jembatan memiliki cek bernilai Rp 1.350.000.000, beberapa STNK motor, sejumlah kartu ATM dan uang tunai dalam jumlah banyak yang bahkan tidak muat dimasukkan ke dalam beberapa dompet.
“Ceknya mana? Kita lihat, satu miliar tiga ratus lima puluh juta, banyak amat ini STNKnya, berapa biji ini STNKnya,” kata salah satu pegawai Dinsos Kota Bogor.
Dengan ini, Dinsos Kota Bogor menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan bantuan kepada warga yang memiliki profesi pengemis dan pemulung seperti ini. Karena dengan begitu warga seperti ini akan menjadi malas dan terus-menerus menjadi GePeng (Gelandangan Pengemis).
Baca Juga: Link Pengumuman PPPK Kemenag 2022, Ada 29.109 Peserta Dinyatakan Lulus, Cek Namamu di Sini!
Dinsos Kota Bogor berupaya menangani PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) atau PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) agar dapat dibina dan setelahnya dapat mandiri dengan tidak mengandalkan belas kasihan dari orang lain.
Pemerintah Kota Bogor bekerjasama dengan SKPD telah menyediakan Rusunawa untuk penampungan bagi tuna wisma warga Kota Bogor.
Tidak hanya itu Dinkes Kota Bogor juga menyediakan fasilitas kesehatan serta adapun fasilitas pendidikan gratis dari mulai SD hingga SMP.
Kebutuhan konsumsi warga tuna wisma juga sudah disediakan seperti sembako dan kebutuhan sehari-hari.
Oleh karena itu jika masyarakat ingin membantu warga tunawisma bisa menyalurkan bantuannya melalui Dinsos Kota Bogor, panti, Baznas atau Lembaga Kesejahteraan Sosial lainnya.***

Share this article
Kenapa punya uang miliaran, motor dan aset lain tapi pilih tinggal di kolong jembatan? Simak selengkapnya langsung di bawah ini.