AYOJAKARTA.COM — Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus merupakan salah satu inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung pendidikan siswa dengan bantuan dana.
Namun, seringkali para penerima manfaat menemukan perbedaan antara saldo yang tercatat di ATM dan saldo yang tertera di buku tabungan.
Mengapa hal ini terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya?
Baca Juga: Cara Mengatasi Masalah KJP Plus Hilang, Lupa PIN, atau Saldo Berbeda
Perlu diketahui, saldo yang tercantum di buku tabungan mencerminkan total dana yang telah ditransfer ke rekening penerima KJP Plus. Dana ini biasanya ditransfer dalam jumlah besar setiap semester oleh pemerintah ke rekening siswa.
Sebaliknya, saldo yang terlihat di ATM mencerminkan saldo efektif yang dapat langsung digunakan untuk keperluan pendidikan atau belanja sesuai ketentuan. Dana ini dicairkan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan, baik secara rutin setiap bulan maupun dalam bentuk pencairan berkala per semester.
"Saldo di ATM adalah saldo efektif yang dapat digunakan untuk belanja, sementara saldo di buku tabungan adalah saldo total dalam rekening," tulis keterangan resmi.
Baca Juga: KJP Plus Dicairkan 3 Hari Lagi! Berikut Besaran Dana yang Diterima Peserta Didik per Bulan
Perbedaan saldo ini terjadi karena sistem pencairan dana KJP Plus yang telah diatur untuk memastikan penggunaan dana tetap sesuai peruntukannya.
Pemerintah menggunakan pendekatan ini untuk mengelola pengeluaran secara bertahap dan mencegah penyalahgunaan dana.
"Saldo ini berbeda karena dana KJP Plus ditransfer ke rekening siswa secara keseluruhan tiap semester, namun dicairkan sesuai jadwal (rutin per bulan dan berkala per semester) ke kartu yang bisa dicek saldonya di ATM," lanjut keterangannya.***

Share this article
Perbedaan saldo antara ATM dan buku tabungan KJP Plus adalah hal yang wajar dan terjadi karena sistem pencairan bertahap.