AYOJAKARTA.COM – Demi mengejar target penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun 2024, Kementerian Sosial (Kemensos) berencana menyelesaikan pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) pada periode November–Desember 2024.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari YouTube DIARY BANSOS, Jumat, 22 November 2024, Kemensos telah melakukan rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI untuk membahas penyaluran bansos yang belum terealisasi.
Dalam rapat tersebut, DPR RI menyoroti realisasi anggaran Kemensos yang hingga akhir tahun 2024 belum mencapai 80%.
DPR meminta Kemensos segera merealisasikan anggaran yang telah ditetapkan, terutama untuk penyaluran bansos, agar mencapai target 100% pada akhir tahun.
Pasalnya, anggaran yang tidak terserap sepenuhnya pada tahun 2024 dapat memengaruhi besaran anggaran Kemensos di tahun 2025.
Oleh karena itu, percepatan pencairan bansos PKH dan BPNT menjadi fokus utama agar target dapat tercapai.
Jika realisasi anggaran terealisasi sesuai harapan, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kemungkinan akan menerima bansos PKH dan BPNT secara rapel, yakni dua kali pencairan atau bahkan tiga kali pencairan untuk periode sebelumnya.
Saat ini, sebagian KPM belum menerima bantuan sosial PKH maupun BPNT sejak beberapa tahap sebelumnya.
Baca Juga: Kemensos Kejar Target Realisasi Anggaran 100 Persen, Apakah Bansos akan Dirapel?
Contohnya, KPM dalam proses peralihan dari PT Pos Indonesia ke Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) masih belum mencapai target pencairan 100%.
Sebagian KPM peralihan ini telah menerima bantuan sesuai tahap, namun ada juga yang belum menerima sama sekali sejak Juli 2024. Bahkan, sejumlah KPM masih dalam proses burekol (buka rekening kolektif).
Pemerintah melalui Kemensos diharapkan dapat menyelesaikan penyaluran bansos PKH dan BPNT pada periode November–Desember 2024.
Mengingat sudah memasuki akhir tahun, realisasi anggaran untuk penyaluran bansos diharapkan mencapai target 100%.
Share this article
Kemensos percepat bansos PKH dan BPNT agar realisasi anggaran capai 100% di akhir 2024. Sebagian KPM akan terima rapelan bantuan.