AYOJAKARTA.COM - Berbagai laporan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 2 tahun 2025 telah terbukti nyata mulai 27-28 Juni 2025.
Berdasarkan dokumentasi struk ATM yang diterima dari berbagai wilayah, pencairan berlangsung melalui dua bank penyalur utama yaitu Bank BNI dan Bank BRI dengan nominal bervariasi sesuai komponen bantuan.
Dari Yogyakarta, tercatat seorang KPM dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) BNI tahun 2021 berhasil menarik bantuan PKH komponen balita sebesar Rp 700.000 dari total saldo Rp 750.000 pada tanggal 28 Juni 2025 pukul 11:50 WIB.
Baca Juga: 7 SMP Unggulan Jakarta Jadi Andalan Orang Tua untuk Tembus SPMB Tahap 3
Sementara dari wilayah lain, pencairan sudah dimulai sejak 27 Juni 2025 dengan berbagai nominal sesuai komponen keluarga yang terdaftar.
Para KPM melaporkan proses pencairan berjalan lancar meski sempat mengalami penundaan beberapa hari sebelumnya, dan kini bantuan dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti persiapan perlengkapan sekolah anak.
Dokumentasi detail dari berbagai daerah menunjukkan variasi nominal pencairan yang mencerminkan komponen bantuan yang diterima masing-masing keluarga.
Dari Bengkalis, Riau, seorang KPM dengan KKS Bank BRI berhasil mencairkan Rp 965.000 untuk komponen PKH balita dan SD pada 27 Juni 2025, dimana nominal ini sedikit berkurang dari standar Rp 975.000 kemungkinan karena biaya administrasi bank.
Baca Juga: Bye-bye Lag! 5 HP RAM 12GB Terbaik 2025 yang Bikin Multitasking Jadi Mudah dengan Budget Minimal
Di Sigi, Sulawesi Tengah, pencairan melalui KKS BNI mencapai Rp 1.000.000 pada tanggal yang sama, menunjukkan bahwa keluarga tersebut memiliki lebih dari satu komponen bantuan.
Sementara untuk bantuan gabungan PKH dan BPNT susulan tahap 2, tercatat pencairan sebesar Rp 590.000 melalui KKS BNI tahun 2020 yang menggabungkan bantuan PKH dengan BPNT bulanan.
Pencairan PKH komponen balita tunggal di Yogyakarta konsisten menunjukkan nominal Rp 750.000, sementara kombinasi dengan komponen lain seperti anak SD dapat mencapai hampir Rp 1.000.000.
Proses pencairan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah, dengan beberapa daerah sudah menerima bantuan sejak sore hari 27 Juni 2025, sementara wilayah lain baru mulai pada pagi hingga siang hari 28 Juni 2025.
Para KPM yang telah berhasil mencairkan bantuan menyampaikan rasa syukur dan mengajak sesama penerima yang belum mendapat pencairan untuk terus melakukan pengecekan saldo secara berkala.
Berdasarkan laporan dari lapangan, masih ada KPM yang menunggu pencairan BPNT meskipun PKH sudah cair, mengindikasikan bahwa kedua program memiliki jadwal pencairan yang berbeda meski dalam periode yang berdekatan.
Sistem pencairan bertahap ini memungkinkan distribusi yang lebih terkontrol dan menghindari overload pada sistem perbankan.
Para KPM disarankan untuk terus memantau saldo rekening KKS mereka melalui ATM, mobile banking, atau SMS banking karena pencairan masih berlangsung hingga akhir Juni 2025.
Baca Juga: 5 SMA SMK Jakarta yang Melahirkan Pekerja Global Terbaik dan Jadi Incaran Perusahaan Multinasional
Penting untuk diingat bahwa setiap wilayah memiliki jadwal pencairan yang berbeda-beda, sehingga KPM yang belum menerima bantuan tidak perlu khawatir karena proses masih berlangsung.
Bantuan yang telah cair ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan prioritas keluarga, terutama untuk persiapan tahun ajaran baru, kebutuhan gizi anak, dan keperluan mendesak lainnya sesuai dengan tujuan program bantuan sosial pemerintah.***
Share this article
PKH & BPNT tahap 2 mulai cair 27–28 Juni 2025 via BNI & BRI. Nominal bervariasi, KPM diminta rutin cek saldo hingga akhir Juni.