AYOJAKARTA.COM - Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 diperkirakan akan naik per 1 Januari 2024.
Pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga telah meminta agar informasi kenaikan UMP 2024 terbaru dapat ditetapkan paling lambat pada 21 November 2023.
Pada 10 November 2023 lalu, Kemnaker juga secara resmi telah menerbitkan aturan baru soal UMP 2024.
Soal kenaikan UMP, serikat pekerja atau buruh meminta agar UMP 2024 naik sebanyak 15 persen.
Sementara itu, berdasarkan hasil Sidang Dewan Pengupahan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan menjadi rekomendasi gubernur terkait penetapan UMP 2024 untuk ditetapkan sebesar Rp 2.444.067 dengan kenaikan 3.06 persen yaitu sebesar Rp.72.660.
“Jumat lalu kita sudah bahas tentang PP 51/2023 yang menjadi referensi dalam penetapan UMP Tahun 2024. Namun karena semua pihak butuh lebih banyak waktu untuk bermusyawarah, maka hari ini kita adakan sidang untuk menetapkan usulan UMP yang akan kita bawa ke Gubernur,” tutur Kadisnakertrans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi dikutip ayojakarta.com dari disnakertrans.ntbprov.go.id, Selasa (21/11/2023).
Rekomendasi upah minimum untuk NTB yang hanya naik 3.06 persen atau sebesar Rp 72.660 tentu jauh dari tuntutan buruh yang merekomendasikan 15 persen.
Semula, UMP NTB tahun 2023 sebesar Rp.2.371.407 kemudian direkomendasikan menjadi Rp.2.444.067.
Baca Juga: UMP DKI Jakarta 2024 akan Diumumkan Besok, Heru Budi Pastikan Nominal Sesuai dengan Rekomendasi
Sebagai referensi, berikut simulasi UMP 2024 untuk 34 provinsi di Indonesia jika naik sebesar 15 persen dikutip ayojakarta.com dari laman kitalulus, Selasa (21/11/2023):
1. Aceh: Rp3.413.666 menjadi Rp3.925.715
2. Sumatera Utara: Rp2.710.493 menjadi Rp3.117.066
3. Sumatera Barat: Rp2.742.476 menjadi Rp3.153.847
Baca Juga: Resmi! UMP 2024 Provinsi Lampung Naik hingga 4 Persen, Masih Jauh dari Harapan Buruh
4. Riau: Rp3.191.662 menjadi Rp3.670.365
5. Jambi: Rp2.943.033 menjadi Rp3.384.487
6. Sumatera Selatan: Rp3.404.177 menjadi Rp3.914.803
7. Bengkulu: Rp2.418.280 menjadi Rp2.781.022
8. Lampung: Rp2.633.284 menjadi Rp3.028.276
9. Bangka Belitung: Rp3.498.479 menjadi Rp4.023.250
10. Kepulauan Riau: Rp3.279.194 menjadi Rp3.771.073
11. DKI Jakarta: Rp4.901.798 menjadi Rp5.637.067
12. Jawa Barat: Rp1.986.670 menjadi Rp2.284.670
13. Jawa Tengah: Rp1.958.169 menjadi Rp2.251.894
14. DI Yogyakarta: Rp1.981.782 menjadi Rp2.279.049
15. Jawa Timur: Rp2.040.244 menjadi Rp2.346.280
16. Banten: Rp2.661.280 menjadi Rp3.060.472
Baca Juga: Disebut sesuai dengan Rekomendasi Pemprov, Segini Besaran UMP DKI Jakarta 2024
17. Bali: Rp2.713.672 menjadi Rp3.120.722
18. NTB: Rp2.371.407 menjadi Rp2.727.118
19. NTT: Rp2.123.994 menjadi Rp2.442.593
20. Kalimantan Barat: Rp2.608.601 menjadi Rp2.999.891
21. Kalimantan Tengah: Rp3.181.013 menjadi Rp3.658.164
22. Kalimantan Selatan: Rp3.149.977 menjadi Rp3.622.473
23. Kalimantan Timur: Rp3.201.396 menjadi Rp3.681.605
Baca Juga: PJ Gubernur DKI Jakarta Pastikan Kenaikan UMP 2024 Sesuai PP 51 Tahun 2023
24. Kalimantan Utara: Rp3.251.702 menjadi Rp3.739.457
25. Sulawesi Utara: Rp3.485.000 menjadi Rp4.007.750
26. Sulawesi Tengah: Rp2.599.456 menjadi Rp2.989.374
27. Sulawesi Selatan: Rp3.385.145 menjadi Rp3.892.916
28. Sulawesi Tenggara: Rp2.758.984 menjadi Rp3.172.831
29. Gorontalo: Rp2.989.350 menjadi Rp3.437.752
30. Sulawesi Barat: Rp2.871.794 menjadi Rp3.302.563
Baca Juga: UMP 2024 Naik! Cek Daftar UMK Berlaku di Sumatera Utara Medan Paling Tinggi
31. Maluku: Rp2.812.827 menjadi Rp3.234.751
32. Maluku Utara: Rp2.976.720 menjadi Rp3.423.228
33. Papua: Rp3.864.696 menjadi Rp4.444.400
34. Papua Barat: Rp3.282.000 menjadi Rp3.774.300
Itulah besaran upah minimum tiap wilayah di Indonesia jika UMP 2024 naik 15 persen.***

Share this article
Berikut ini perkiraan UMP 2024 di 34 provinsi Indonesia jika naik sebanyak 15 persen, jadi berapakah?