AYOJAKARTA.COM -- Dalam tweet tak terduga pada hari Sabtu, Elon Musk, miliarder CEO Twitter, secara terbuka mengakui bahwa perusahaannya masih bergulat dengan masalah arus kas negatif.
Pengungkapan tersebut menyoroti tantangan keuangan raksasa media sosial tersebut yang sedang berlangsung, karena terus menghabiskan lebih banyak uang daripada yang dihasilkannya.
Dikutip Gizmochina pada Senin (17/7/2023) Elon Musk mengaitkan masalah tersebut dengan penurunan tajam sekitar 50 persen dalam pendapatan iklan, ditambah dengan beban utang yang besar yang ditanggung oleh Twitter.
Baca Juga: Mau Punya Plat Nomor Unik? Ini Jumlah Biaya yang Dibutuhkan
Waktu tweet Elon Musk ini sangat penting, karena bertepatan dengan dimulainya program berbagi pendapatan iklan Twitter yang membayar beberapa pembuat konten, termasuk influencer sayap kanan yang kontroversial. Langkah ini, meskipun dimaksudkan untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan menarik pengiklan, telah mendapat reaksi beragam dari publik.
Meski mengalami kemunduran, Elon Musk tampaknya optimis dengan potensi platform tersebut. Dia mengklaim bahwa Twitter berpotensi menyaksikan "penggunaan detik pengguna perangkat tertinggi sepanjang masa" dalam minggu mendatang, menunjukkan basis pengguna yang kuat.
Selain itu, Elon Musk menunjukkan bahwa banyak pengiklan yang awalnya meninggalkan platform tersebut setelah pengambilalihannya pada bulan Oktober telah kembali atau menyatakan niat untuk melakukannya, menandakan potensi kebangkitan minat pengiklan.
Namun, angka tersebut tidak memberikan gambaran yang sepenuhnya positif untuk situasi keuangan Twitter. Sebuah firma riset, Sensor Tower, memperkirakan bahwa belanja iklan di platform tersebut mengalami penurunan yang mengejutkan sebesar 89 persen menjadi hanya $7,6 juta selama periode dua bulan di awal tahun.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Orang yang Pilih-Pilih Teman, Ternyata Memiliki Ciri Ini
Menambah ketegangan finansial adalah pembayaran bunga tahunan yang substansial sekitar $1,5 miliar, yang dihasilkan dari utang yang diperoleh Twitter ketika Musk menjadikan perusahaan itu pribadi sebesar $44 miliar.
Dengan tantangan ini, CEO Twitter yang baru diangkat, Linda Yaccarino, menghadapi perjuangan berat untuk membangun kembali basis periklanan platform dan mengarahkan perusahaan menuju arus kas positif.
Kepemimpinan dan keputusan strategisnya dalam beberapa bulan mendatang akan diteliti dengan cermat karena perusahaan berupaya mengatasi rintangan keuangannya.

Share this article
Dalam tweet tak terduga, Elon Musk, miliarder CEO Twitter, secara terbuka mengakui perusahaannya dalam rus kas negatif atau pendapatan minus