AYOJAKARTA.COM - Huawei Mate XT hadir sebagai terobosan revolusioner dalam dunia smartphone dengan desain lipat tiga yang belum pernah ada sebelumnya di pasaran global.
Perangkat ini menampilkan kecanggihan teknologi yang memukau dengan ketebalan total hanya 3,6 mm saat dibuka sepenuhnya - suatu pencapaian teknis yang bahkan tidak bisa ditandingi oleh smartphone konvensional maupun tablet.
Desainnya yang elegan dibalut dengan bahan vegan leather berwarna marun dan aksen logam berwarna emas memberikan kesan premium yang luar biasa.
Modul kamera dengan desain Eonic Curves yang dihasilkan dari 78 proses manufaktur rumit dan melibatkan 80 lapisan baja menjadikannya tidak hanya fungsional tetapi juga menjadi elemen estetika yang khas.
Meskipun tipis, perangkat ini memiliki bobot sekitar 300 gram plus tambahan 25 gram untuk casing pelindung yang sebaiknya digunakan untuk melindungi layar yang terekspos saat dilipat.
Casing tersebut juga dilengkapi kickstand yang memungkinkan pengguna untuk meletakkan smartphone dalam posisi tegak atau miring untuk penggunaan yang lebih fleksibel pada berbagai situasi.
Baca Juga: Pencairan PKH BPNT Rp1,2 Juta dan Beras 10 Kg Mulai Disalurkan, KPM Daerah Ini Cek Sekarang!
Dari segi fungsionalitas, Huawei Mate XT menawarkan tiga mode penggunaan yang berbeda sesuai dengan konfigurasi lipatannya.
Pada mode standar, perangkat menampilkan layar OLED LTPO 6,4 inci dengan refresh rate hingga 90Hz dan rasio 16:11 yang mirip dengan smartphone biasa.
Saat dibuka sekali, layarnya membesar menjadi 7,9 inci seperti foldable pada umumnya.
Namun keunggulan utamanya terlihat saat dibuka sepenuhnya menjadi layar 10,2 inci yang memberikan pengalaman menonton, membaca dokumen, dan multitasking yang lebih luas dan nyaman.
Rasio layar pada mode ini lebih cocok untuk konten video, baik dalam orientasi landscape maupun portrait.
Perangkat ini juga mendukung gestur tangan untuk navigasi, kemampuan split screen yang fleksibel di berbagai mode layar, dan konektivitas dengan keyboard Bluetooth yang membuatnya berfungsi layaknya tablet produktivitas.
Meskipun memiliki dua garis lipatan yang terlihat pada kondisi cahaya tertentu, hal ini adalah karakteristik yang umum pada perangkat foldable dan biasanya tidak mengganggu pengalaman visual setelah pengguna terbiasa.
Performa Huawei Mate XT didukung oleh chipset Kirin 9000, RAM 16GB, dan penyimpanan internal 1TB yang menjadikannya powerhouse untuk berbagai kebutuhan komputasi.
Dalam pengujian gaming, perangkat ini mampu menjalankan Mobile Legends Bang Bang pada 60fps dan Genshin Impact pada pengaturan medium dengan rata-rata 40-50fps - performa yang cukup mengesankan untuk sebuah perangkat setipis ini.
Sistem kamera yang ditawarkan termasuk yang terbaik di kelasnya dengan reproduksi warna yang natural dan kaya tanpa perlu berkolaborasi dengan brand kamera terkenal.
Huawei juga memberikan layanan after-sales yang komprehensif termasuk penggantian screen protector gratis selama dua tahun sebanyak empat kali dan garansi kerusakan layar selama satu tahun.
Meskipun masih memiliki keterbatasan seperti belum mendukung 5G di Indonesia dan tidak memiliki Google Mobile Services resmi.
Baca Juga: Membesarkan Harapan Pendidikan dari Lapak Pakaian hingga Madrasah Kecil di Sudut Karawang
Kehadiran Huawei Mate XT di pasar Indonesia membuktikan komitmen perusahaan untuk membawa inovasi terdepan ke konsumen Indonesia dengan dukungan purna jual resmi.
Selain Huawei Mate XT, Huawei juga menawarkan Huawei Mate X6 sebagai alternatif foldable lipat dua dengan material kualitas aviasi yang diklaim mampu menahan beban hingga 150 kilogram.
Share this article
Huawei Mate XT hadir sebagai terobosan revolusioner dalam dunia smartphone dengan desain lipat tiga yang belum pernah ada sebelumnya.