AYOJAKARTA.COM - Gangguan Kepribadian Antisosial atau Antisocial Personality Disorder (ASPD) sering dikaitkan dengan istilah seperti sosiopat dan psikopat.
Psikolog klinis Ferdian Permana melalui akun TikToknya @katapsikologi menjelaskan perbedaan di antara keduanya.
ASPD: Diagnosis Resmi
Pertama, penting untuk diperhatikan bahwa "psikopat" dan "sosiopat" bukanlah diagnosis resmi.
Jika kamu mengunjungi psikiater atau psikolog, mereka tidak akan mendiagnosismu dengan kedua istilah tersebut. Sebaliknya, mereka akan menggunakan diagnosis Antisocial Personality Disorder (ASPD).
Sosiopat dan Psikopat: Perbedaan Utama
Meski sama-sama termasuk dalam ASPD, membedakan antara sosiopat dan psikopat dapat membantu kita memahami perilaku mereka dengan lebih baik.
Kurangnya Empati
Individu dengan ASPD umumnya kurang peduli terhadap perasaan dan situasi orang lain, tidak menunjukkan empati. Namun, ada perbedaan halus antara sosiopat dan psikopat:
- Psikopat bisa berpura-pura berempati atau peduli, namun kenyataannya, mereka tetap acuh tak acuh.
- Sosiopat secara terbuka mengungkapkan ketidakpeduliannya, dengan mengatakan hal-hal seperti, "Saya tidak peduli dengan apa yang kamu alami."
Respons Emosional
Orang dengan ASPD sering kali memiliki "wajah poker", yang menunjukkan sedikit atau bahkan tidak menunjukkan emosi sama sekali. Berikut perbedaan antara sosiopat dan psikopat:
- Psikopat tetap dingin dan tanpa emosi, jarang menunjukkan ekspresi wajah apa pun.
- Sosiopat menampilkan emosinya secara terbuka, sering kali dengan cara yang meledak-ledak.
Dalam hal kegiatan dan tanggung jawab sehari-hari:
- Psikopat dapat terlibat dalam perilaku antisosial, melakukan kejahatan, atau menunjukkan kekejaman sambil mempertahankan kehidupan normal. Mereka dapat memiliki pekerjaan, membangun keluarga, dan tampil fungsional.
- Sosiopat berjuang dengan fungsi normal sehari-hari dan tidak dapat mempertahankan penampilan normal seperti yang dilakukan psikopat.
Empati dan Rasionalisasi
Mengenai empati:
- Psikopat sama sekali tidak mampu memahami atau merasakan kesusahan orang lain. Mereka mungkin mengaku paham memanipulasi orang lain, tapi sebenarnya mereka tidak peduli.
- Sosiopat dapat merasionalisasi kurangnya empati mereka, percaya bahwa mereka memahami tetapi memilih untuk tidak bertindak karena berbagai alasan. Mereka bisa sedikit berempati tetapi tidak akan pernah benar-benar peduli atau mencintai.
Dalam hal hubungan:
- Psikopat dapat memiliki banyak hubungan, tetapi semuanya dangkal dan palsu. Mereka dapat beradaptasi untuk menyesuaikan diri dengan suatu hubungan tetapi tanpa perasaan yang tulus.
- Sosiopat berterus terang tentang keengganan mereka untuk menjalin hubungan, sering kali merasionalisasi perilaku mereka sebagai cara untuk melindungi orang lain dari bahaya yang mereka rasakan.
Singkatnya, meskipun sosiopat dan psikopat termasuk dalam kategori Gangguan Kepribadian Antisosial yang sama, perilaku dan respons mereka berbeda.
Keduanya bisa berbahaya dan manipulatif, namun psikopat seringkali dianggap lebih berbahaya dan ditakuti di masyarakat. Memahami perbedaan-perbedaan ini sangat penting untuk mengenali dan menangani individu yang menunjukkan ciri-ciri ini.***

Share this article
Simak penjelasan mengenai gangguan kepribadian seperti antisosial, sosiopat, dan psikopat menurut edukasi psikologi.