Edukasi Psikologi: Memahami Gangguan Kepribadian Antisosial, Sosiopat dan Psikopat

Mengenal antisosial, sosiopat, dan psikopat.
Mengenal antisosial, sosiopat, dan psikopat.

AYOJAKARTA.COM - Gangguan Kepribadian Antisosial atau Antisocial Personality Disorder (ASPD) sering dikaitkan dengan istilah seperti sosiopat dan psikopat.

Psikolog klinis Ferdian Permana melalui akun TikToknya @katapsikologi menjelaskan perbedaan di antara keduanya.

ASPD: Diagnosis Resmi

Pertama, penting untuk diperhatikan bahwa "psikopat" dan "sosiopat" bukanlah diagnosis resmi.

Jika kamu mengunjungi psikiater atau psikolog, mereka tidak akan mendiagnosismu dengan kedua istilah tersebut. Sebaliknya, mereka akan menggunakan diagnosis Antisocial Personality Disorder (ASPD).

Baca Juga: Ahli Disebut Tak Independen, Tim Hukum Polda Jawa Barat Nurhadi Handayani Pasang Badan: Itu Cuma Perasaan!

Sosiopat dan Psikopat: Perbedaan Utama

Meski sama-sama termasuk dalam ASPD, membedakan antara sosiopat dan psikopat dapat membantu kita memahami perilaku mereka dengan lebih baik.

Kurangnya Empati

Individu dengan ASPD umumnya kurang peduli terhadap perasaan dan situasi orang lain, tidak menunjukkan empati. Namun, ada perbedaan halus antara sosiopat dan psikopat:

- Psikopat bisa berpura-pura berempati atau peduli, namun kenyataannya, mereka tetap acuh tak acuh.

- Sosiopat secara terbuka mengungkapkan ketidakpeduliannya, dengan mengatakan hal-hal seperti, "Saya tidak peduli dengan apa yang kamu alami."

Respons Emosional

Baca Juga: TERBARU! Kang Dedi Mulyadi Biayai Tes DNA Pegi Cianjur di RSHS, Ada Fakta Mengejutkan Soal Kasus Vina Cirebon Terungkap

Orang dengan ASPD sering kali memiliki "wajah poker", yang menunjukkan sedikit atau bahkan tidak menunjukkan emosi sama sekali. Berikut perbedaan antara sosiopat dan psikopat:

- Psikopat tetap dingin dan tanpa emosi, jarang menunjukkan ekspresi wajah apa pun.

- Sosiopat menampilkan emosinya secara terbuka, sering kali dengan cara yang meledak-ledak.

Dalam hal kegiatan dan tanggung jawab sehari-hari:

- Psikopat dapat terlibat dalam perilaku antisosial, melakukan kejahatan, atau menunjukkan kekejaman sambil mempertahankan kehidupan normal. Mereka dapat memiliki pekerjaan, membangun keluarga, dan tampil fungsional.

- Sosiopat berjuang dengan fungsi normal sehari-hari dan tidak dapat mempertahankan penampilan normal seperti yang dilakukan psikopat.

Empati dan Rasionalisasi

Baca Juga: Panas! Adu Argumen Kuasa Hukum Pegi Setiawan dan Ahli Pidana sampai Dilerai Hakim, Agus Surono Tak Independen?

Mengenai empati:

- Psikopat sama sekali tidak mampu memahami atau merasakan kesusahan orang lain. Mereka mungkin mengaku paham memanipulasi orang lain, tapi sebenarnya mereka tidak peduli.

- Sosiopat dapat merasionalisasi kurangnya empati mereka, percaya bahwa mereka memahami tetapi memilih untuk tidak bertindak karena berbagai alasan. Mereka bisa sedikit berempati tetapi tidak akan pernah benar-benar peduli atau mencintai.

Dalam hal hubungan:

- Psikopat dapat memiliki banyak hubungan, tetapi semuanya dangkal dan palsu. Mereka dapat beradaptasi untuk menyesuaikan diri dengan suatu hubungan tetapi tanpa perasaan yang tulus.

- Sosiopat berterus terang tentang keengganan mereka untuk menjalin hubungan, sering kali merasionalisasi perilaku mereka sebagai cara untuk melindungi orang lain dari bahaya yang mereka rasakan.

Baca Juga: Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Sebut Tiga Hal Ini yang Bisa Membuat Pegi Setiawan Disidangkan

Singkatnya, meskipun sosiopat dan psikopat termasuk dalam kategori Gangguan Kepribadian Antisosial yang sama, perilaku dan respons mereka berbeda.

Keduanya bisa berbahaya dan manipulatif, namun psikopat seringkali dianggap lebih berbahaya dan ditakuti di masyarakat. Memahami perbedaan-perbedaan ini sangat penting untuk mengenali dan menangani individu yang menunjukkan ciri-ciri ini.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Sosiopat
# Antisosial
# Psikopat
# edukasi psikologi
# gangguan kepribadian

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.