AYOJAKARTA.COM - Trauma masa kanak-kanak, seperti pelecehan fisik, verbal, dan emosional, pengabaian, dan pengabaian, dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang signifikan di kemudian hari.
Dikutip dari akun TikTok @dr.zulvia.syarif.spkj, salah satu kondisi tersebut adalah complex PTSD (Gangguan Stres Pasca Trauma). Meskipun banyak orang yang akrab dengan PTSD, complex PTSD memiliki karakteristik berbeda yang memerlukan perhatian dan pemahaman khusus.
Complex PTSD mencakup gejala-gejala PTSD, termasuk mengalami kembali trauma melalui kilas balik dan mimpi buruk, menghindari pemicu terkait trauma, dan memiliki rasa takut dan kewaspadaan yang meningkat.
Gejala-gejala tersebut membuat individu merasa seolah-olah sedang mengingat kembali traumanya, sehingga menyebabkan mereka menghindari topik, orang, atau tempat tertentu yang mengingatkannya akan pengalaman traumatisnya.
Keadaan hiperarousal yang terus-menerus ini dapat menyebabkan respons kaget yang berlebihan, kesulitan konsentrasi, dan gangguan tidur.
Selain gejala PTSD ini, complex PTSD juga mencakup disregulasi emosi. Hal ini dapat bermanifestasi sebagai peningkatan kecemasan, depresi, dan perubahan suasana hati yang intens.
Mereka yang menderita complex PTSD sering kali merasa kesulitan dalam mengelola emosinya, sehingga menimbulkan perasaan marah, sedih, atau takut yang meluap-luap. Ketidakstabilan emosi ini bisa melelahkan dan berdampak signifikan pada fungsi sehari-hari.
Baca Juga: Tips Psikologi: Peran Orang Tua, Khususnya Ayah, Ketika Sang Anak Mulai Bucin!
Aspek penting lainnya dari complex PTSD adalah gangguan interpersonal. Individu dengan kondisi ini sering kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan. Mereka mungkin mengalami kesulitan mempercayai orang lain, mengalami peningkatan kepekaan terhadap penolakan, dan sering merasa terisolasi dan disalahpahami.
Tantangan-tantangan relasional ini dapat semakin memperparah tekanan emosional, sehingga menciptakan siklus kesepian dan keterasingan.
Konsep diri negatif juga merupakan ciri complex PTSD. Mereka yang terkena dampak mungkin menyimpan perasaan malu, bersalah, dan tidak berharga yang mendalam.
Mereka sering memandang diri mereka sendiri dari sudut pandang negatif, merasa tidak aman dan tidak mampu. Persepsi diri yang terdistorsi ini dapat menghambat pertumbuhan pribadi dan penerimaan diri, sehingga membuat pemulihan menjadi tugas yang berat.
Baca Juga: 5 Jurusan Sepi Peminat di Undip dengan Daya Tampung Paling Banyak jalur Mandiri 2024, Auto Lolos!
Memahami complex PTSD sangat penting untuk memberikan dukungan dan pengobatan yang tepat bagi mereka yang terkena dampak trauma berkepanjangan atau berulang, terutama selama masa kanak-kanak.
Perawatan yang efektif sering kali melibatkan kombinasi psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dan desensitisasi dan pemrosesan ulang gerakan mata (EMDR), dan terkadang pengobatan untuk mengatasi gejala.
Terapi yang berfokus pada trauma bertujuan untuk membantu individu memproses dan mengintegrasikan ingatan traumatis, mengembangkan mekanisme penanggulangan yang lebih sehat, dan membangun kembali kesadaran diri mereka.
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Kenapa Ada Orang yang Tidak Pernah Merasa Bersalah, Ini Kata Psikolog Klinis!
Selain itu, menciptakan lingkungan yang mendukung sangat penting untuk penyembuhan. Teman, keluarga, dan komunitas memainkan peran penting dalam menawarkan pengertian, kesabaran, dan dorongan. Inisiatif pendidikan dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang complex PTSD, mengurangi stigma dan meningkatkan empati terhadap mereka yang terkena dampak.
Dengan mengenali dan mengatasi gejala yang lebih luas yang terkait dengan complex PTSD, ahli kesehatan mental dapat memberikan dukungan yang lebih baik kepada individu dalam perjalanan menuju pemulihan.
Pendekatan yang komprehensif dan penuh empati dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan bagi mereka yang bergulat dengan dampak jangka panjang dari trauma masa kanak-kanak.***
Baca Juga: Polri Akui Anggotanya Tak Teliti dalam Pengusutan Awal Kasus Pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon
Share this article
Apakah kamu mengetahui apa itu Complex PTSD? Begini penjelasan soal pasca trauma masa kanak-kanak yang berkepanjangan.