AYOJAKARTA.COM - Pernahkah kamu bertemu seseorang yang menjelaskan secara berlebihan?
Mereka menjelaskan semuanya dengan sangat rinci, bahkan ketika itu tidak diperlukan.
Dalam istilah psikologi, mereka disebut dengan over-explainer. Mengapa ada orang yang melakukan ini?
Dikutip dari akun TikTok @katapsikologi, menjelaskan secara berlebihan bukanlah gangguan psikologis seperti kecemasan atau depresi.
Tetapi lebih merupakan respons terhadap perasaan tidak aman.
Ketika seseorang merasa tidak aman, mereka mungkin memberikan kompensasi yang berlebihan dengan menjelaskan segala sesuatunya secara terlalu detail.
Ini adalah cara mereka mencoba mencegah hal-hal yang mereka takuti terjadi. Intinya, penjelasan berlebihan adalah reaksi terhadap trauma masa lalu.
Baca Juga: Daftar 10 Acara HUT ke-497 DKI Jakarta, Ada Perayaan di Monas hingga Marathon
Kebiasaan ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti sering disela, diabaikan, atau dimarahi saat hendak berbicara.
Hal ini bisa terjadi pada masa kanak-kanak oleh orang tua, saudara kandung, teman, guru, atau bahkan saat dewasa oleh teman sebaya dan kolega.
Pengalaman-pengalaman ini dapat membuat seseorang merasa perlu menjelaskan diri secara berlebihan agar didengar dan dipahami.
Penjelasan berlebihan sering kali merupakan seruan minta perhatian dan validasi.
Baca Juga: 7 Hal yang Orang dengan Gangguan Kepribadian Narsistik Benci, Tak Mau Dikatakan Tidak
Ini merupakan cara untuk mengatakan, “Tolong dengarkan saya, mohon jangan abaikan saya.”
Mereka mungkin merasa perlu untuk membuktikan pengetahuan atau kepentingannya, namun orang lain mungkin tidak melihatnya dengan cara yang sama.
Jika kamu bertemu seseorang yang terlalu banyak menjelaskan, cobalah mendengarkannya dan tunjukkan bahwa kamu peduli dengan perkataannya.
Hal ini mungkin membantu mereka merasa didengarkan dan mengurangi kebutuhan mereka untuk menjelaskan secara berlebihan.
Jika kamu cenderung menjelaskan secara berlebihan, carilah orang yang dengan tulus mendengarkanmu.
Jangan memaksa orang lain untuk mendengarkan jika mereka tidak tertarik.
Penting untuk menemukan orang yang tepat yang mau mendengarkan tanpa memerlukan penjelasan berlebihan.
Ingat, jika seseorang ingin mendengarkan, mereka akan mendengarkannya, tanpa kamu perlu menjelaskannya secara mendetail.***
Baca Juga: Peluang 'Duet Maut' PKS dan PDIP Berkoalisi di Pilgub Jakarta 2024, Siapa yang Akan Diusung?

Share this article
Begini penjelasan psikolog soal Over-Explainer, apakah kamu termasuk atau pernah menemuinya? Cek ulasannya berikut.