Edukasi Psikologi: Memahami Makan Emosional, Kamu Makan Karena Lapar atau Emosi?

Ilustrasi makan
Ilustrasi makan

AYOJAKARTA.COM - Di tengah gerusan disrupsi di segala bidang saat ini, stres menjadi hal yang tak terelakkan.

Banyak dari kita yang menemukan hiburan dalam makanan. Apakah itu menghabiskan satu liter es krim setelah hari yang berat atau melahap sekantong keripik saat merasa cemas.

Makan secara emosional adalah fenomena umum yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

Tapi apa sebenarnya makan emosional itu, dan mengapa kita beralih ke makanan pada saat tekanan emosional?

Makan emosional, seperti yang dijelaskan oleh para psikolog, mengacu pada kebiasaan menggunakan makanan untuk mengatasi emosi, bukan untuk memuaskan rasa lapar.

Baca Juga: 9 MAN Terbaik di Jakarta versi LTMPT, Tertarik Masuk Madrasah Aliyah?

Sesekali memanjakan diri dengan menyantap makanan favoritmu adalah hal yang normal.

Namun, menjadikan makanan sebagai sumber utama kenyamanan dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Menurut para ahli, makan emosional seringkali dipicu oleh perasaan stres, bosan, sedih, kesepian, atau bahkan bahagia.

Pada saat terjadi gejolak emosi, makanan menjadi mekanisme penanggulangan, memberikan kelegaan sementara dari emosi yang tidak menyenangkan.

Namun, kelegaan sementara ini sering kali diikuti dengan perasaan bersalah dan penyesalan, sehingga melanggengkan siklus makan emosional.

Namun mengapa emosi tertentu mendorong kita ke lemari es atau dapur?

Para psikolog berpendapat bahwa hubungan antara emosi dan makanan dapat ditelusuri kembali ke pengalaman masa kanak-kanak dan perilaku yang dipelajari.

Baca Juga: Hasil UTBK SNBT 2024 Akan Diumumkan Sebentar Lagi, Begini Cara Lihat Skornya

Banyak dari kita sejak kecil dikondisikan untuk mengasosiasikan makanan tertentu dengan kenyamanan dan keamanan, yang mengarah pada perkembangan pola makan emosional di kemudian hari.

Selain itu, perubahan hormonal saat stres juga dapat mempengaruhi pilihan makanan kita.

Saat stres, tubuh kita melepaskan kortisol, hormon yang memicu keinginan untuk mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi gula.

Makanan-makanan ini memberikan dorongan energi yang cepat dan mengurangi stres untuk sementara, memperkuat hubungan antara emosi dan makan.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk melepaskan diri dari siklus makan emosional?

Langkah pertama adalah kesadaran.

Baca Juga: Tes Psikologi: Tes Ini Ungkap Bagaimana Pengalaman Masa Kecilmu Mempengaruhi Kepribadianmu Saat Ini

Dengan mengenali pemicu dan pola makan emosional, individu dapat mulai mengembangkan strategi penanggulangan yang lebih sehat.

Hal ini mungkin melibatkan mencari cara alternatif untuk mengatasi emosi, seperti melatih kesadaran, melakukan aktivitas fisik, atau mencari dukungan dari teman dan keluarga.

Selain itu, mengembangkan pendekatan makan yang penuh kesadaran dapat membantu individu membedakan antara kelaparan fisik dan kelaparan emosional.

Dengan menyesuaikan diri dengan isyarat rasa lapar dalam tubuh, individu dapat membuat pilihan makanan dengan lebih sadar dan menghindari makan karena bosan atau emosi.

Kesimpulannya, makan emosional adalah perilaku kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk emosi, perilaku yang dipelajari, dan respons fisiologis.

Meskipun hal ini mungkin memberikan kelegaan sementara, mengandalkan makanan untuk mengatasi emosi dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.

Dengan menumbuhkan kesadaran dan mengembangkan strategi penanggulangan yang lebih sehat, individu dapat melepaskan diri dari siklus makan emosional dan memupuk hubungan yang lebih seimbang dengan makanan.***

Baca Juga: WAJIB TELITI! 1.608 Pelamar Tidak Memenuhi Syarat, Berikut 3 Sekdin dengan Jumlah TMS Terbanyak, Ada IPDN?

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# makan
# Lapar
# Psikologi
# Emosi

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.