Memahami Ulang Peran Ibu: 7 Tren Pengasuhan Anak yang Tidak Perlu Anda Ikuti

Illustrasi Peran Ibu
Illustrasi Peran Ibu

AYOJAKARTA.COM – Peran ibu memang tidak bisa tergantikan oleh apapun, bahkan oleh sosok babysitter yang berbiaya mahal.

Bagi si anak, peran ibu merupakan bagian penting dalam perkembangan hidupnya, baik secara kejiwaan maupun kecerdasan intelejensia.

Namun, peran ibu di masa sekarang tidaklah selalu berada dalam trend yang seharusnya.

Baca Juga: TOP 12 SMA Semi Militer Terbaik di Indonesia! Lulusannya Punya Masa Depan Cerah, Bisa Jadi Referensi di 2024

Ada beberapa trend peran ibu yang sebaiknya tidak perlu kamu ikuti.

1. Pengasuhan Anak Secara Kompetitif

Mengasuh anak bukanlah sebuah kompetisi, meskipun mungkin terlihat seperti itu di era konektivitas yang konstan saat ini.

Ini adalah salah satu tren ibu populer yang harus ditinggalkan.

Orang tua sering merasa tertekan untuk membandingkan pencapaian dan prestasi anak-anak mereka, yang mengarah pada keinginan yang tidak sehat untuk mengalahkan satu sama lain.

Baca Juga: Perbandingan Rata-rata Gaji Bulanan di Berbagai Negara, Ada yang di Atas Rp200 Juta Lho!

Namun, setiap anak itu unik, dan perbandingan ini hanya akan memicu ketidaknyamanan dan kemarahan terhadap anak lain yang terlihat lebih baik.

Alih-alih mendorong dukungan dan pengertian, hal ini justru menambah stres dan ketegangan.

2. Jadwal yang Terlalu Padat

Anak-anak zaman sekarang memiliki jadwal yang dapat menyaingi jadwal para profesional papan atas.

Setiap menit tampaknya dijadwalkan dengan sangat teliti, dengan kegiatan ekstrakurikuler, teman bermain, dan kelas pengayaan.

Ini adalah salah satu tren ibu populer yang harus dihindari, karena di tengah kesibukan ini, ada risiko kehilangan kesenangan sederhana di masa kanak-kanak.

Baca Juga: Kaesang Diisukan Maju Pilgub DKI 2024, Ketua DPP Partai Golkar Beberkan Hal Ini

Sangatlah penting untuk memberikan mereka fleksibilitas untuk mengeksplorasi dan mengejar minat mereka sendiri daripada terus menerus menjadwalkan kehidupan mereka.

Mari kita beri mereka kebebasan untuk membuat kenangan berharga mereka sendiri tanpa dibatasi oleh jadwal yang ketat.

3. Tekanan untuk “Bangkit Kembali” Setelah Melahirkan

Bukan hanya tidak realistis, tetapi juga berbahaya betapa pentingnya masyarakat menempatkan tubuh wanita pasca melahirkan.

Hal ini mengakibatkan tekanan yang berdampak pada fisik dan mental yang mengakibatkan perasaan tidak berharga di antara banyak ibu baru yang tidak dapat mencapai estetika tersebut, tidak peduli seberapa keras mereka berusaha!

Mari kita alihkan perhatian kita dari mencapai penampilan tertentu ke arah peduli pada diri kita sendiri terlebih dahulu.

Baca Juga: Tes IQ: Pertajam Analisa Observasi, Ayo Temukan 3 Perbedaan di Gambar Juru Masak

4. Rasa Bersalah Sebagai Ibu

Menjadi orang tua selalu disertai dengan rasa bersalah sebagai ibu.

Tampaknya setiap keputusan yang diambil ibu, besar atau kecil, disertai dengan rasa bersalah.

Mengapa hal ini terus terjadi? Itu karena para wanita/ibu terus-menerus membandingkan diri mereka dengan ibu-ibu lain yang tampaknya memiliki semuanya.

Dan inilah alasan mengapa tren ibu populer harus ditinggalkan, karena tidak ada yang memahami atau mencintai anak-anak Anda seperti Anda.

Alih-alih terobsesi dengan kegagalan sebelumnya, mari kita lihat ketidaksempurnaan menjadi ibu sebagai bagian dari keindahannya.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Coba Buktikan Ketajaman Penglihatan dengan Temukan Kesalahan pada Gambar Pantai Ini

5. Sindrome Super Mom

Masyarakat kita saat ini telah terobsesi dengan ide menjadi wanita super yang dapat menyeimbangkan pekerjaan, kehidupan keluarga, dan waktu pribadi tanpa harus mengorbankan satu hal pun.

Namun, inilah kabar gembira bagi semua ibu di luar sana yang berusaha terlalu keras untuk memenuhi ekspektasi yang tidak realistis ini.

Tidak ada yang mengharapkan kesempurnaan dari Anda kecuali diri Anda sendiri!

Anda sudah cukup apa adanya, tidak sempurna! Jadi terimalah kekacauan karena itulah yang membuat menjadi seorang ibu begitu memuaskan!

6. Membagikan Konten Secara Berlebihan

Boleh saja berbagi foto-foto lucu atau cerita lucu tentang anak-anak kita di media sosial, tapi hanya sampai batas tertentu.

Baca Juga: Banyak Ditentang Masyarakat, Bagaimana Dasar Hukum TAPERA? Cek Info Lengkap Tentang Program Ini

Anak-anak kita juga berhak mendapatkan hak privasi mereka dengan tidak memposting segala sesuatu tentang mereka secara online untuk dilihat oleh semua orang, termasuk orang asing.

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menentukan informasi apa yang harus dipublikasikan saat mereka tumbuh di era digital ini.

7. Pola Asuh Helikopter

Mungkin terlihat seperti pola asuh yang baik untuk mengawasi setiap gerak-gerik anak kita, namun inilah saatnya kita membiarkan anak-anak kita menemukan diri mereka sendiri dan belajar dari kesalahan mereka.

Melonggarkan cengkeraman bisa jadi menakutkan, tapi inilah yang akan membantu mereka menjadi mandiri dan kuat.

Entah itu tekanan untuk tampil sempurna atau berjuang menjadi ibu, kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan anak-anak Anda sangat penting.

Inilah 7 tren peran ibu yang sebaik Anda hindari. Ingat, tidak semua yang tampil di media sosial itu itu adalah parameter kebaikan. 

***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# peran
# Ibu
# foto
# anak

News Update

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.