AYOJAKARTA.COM - Pernah nggak menerima hadiah saputangan dari seseorang atau justru kamu yang memberikan hadiah saputangan untuk orang lain?
Di balik alasan hadiah itu, ternyata saputangan menyimpan makna yang jauh lebih dalam.
Di balik fungsinya untuk menyeka keringat atau air mata, saputangan telah menjadi simbol tradisi, kasih sayang dan bahkan takhayul di berbagai budaya.
Memberikan saputangan pernikahan merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman Romawi kuno.
Baca Juga: Mengungkap Sisi Tersembunyi Kepribadian Seseorang dari Pilihan Rasa Cokelat vs Keju, Kamu yang Mana?
Pengantin wanita akan mengenakan saputangan yang dibasahi parfum di lehernya pada hari pernikahan.
Air mata pengantin wanita yang terserap di saputangan dipercaya membawa keberuntungan dan hujan bagi tanaman.
Lebih dari itu, saputangan pernikahan sering diwariskan dari generasi ke generasi.
Kain halus ini menjadi simbol cinta, komitmen dan kesinambungan keluarga, menghubungkan pernikahan masa lalu dengan masa depan pengantin baru.
Baca Juga: Jangan Lakukan Kebiasaan Ini, Kalau Tidak Mau Matamu Silinder
Saputangan juga bisa dijadikan suvenir pernikahan dengan inisial baru pengantin atau disulam dengan puisi, nama atau tanggal pernikahan.
Ini bukan hanya sepotong kain, melainkan representasi tradisi dan persatuan keluarga.
Hadiah saputangan pernikahan biasanya diberikan oleh anggota keluarga dekat atau teman.
Menggabungkan tradisi dan kepraktisan, beberapa saputangan bahkan menyertakan 'sesuatu yang biru' seperti dikutip ayojakarta.com dari short-question.com, Jumat (31/5/2024).
Baca Juga: 6 Fakta Psikologi Ketika Menyukai Seseorang, Ternyata Miliki Waktu yang Lama untuk Melupakan!
- Mengikuti tradisi pernikahan lama
Memberikan saputangan juga melambangkan kepedulian dan kasih sayang di berbagai budaya.
Ini menunjukkan dukungan emosional bagi seseorang yang sedang mengalami masa sulit.
Dari sudut pandang spiritual, menerima saputangan bisa diartikan sebagai campur tangan atau bimbingan ilahi.
Namun di beberapa budaya, takhayul terkait saputangan juga ada.
Memberikan saputangan konon melambangkan air mata yang akan datang.
Di Swedia, pria dianggap sial jika memberikan saputangan sutra kepada kekasihnya karena hal itu dapat menghilangkan rasa sayang sang kekasih.
Dengan berbagai penjelasan dan alasan tersebut, memberikan saputangan lebih dari sekadar memberikan sepotong kain.
Hadiah ini merupakan simbol yang mengkomunikasikan kepedulian, empati dan solidaritas.
Jadi ketika menerima atau memberikan saputangan, ingatlah kekayaan sejarahnya dan emosi yang dibawanya.
Saputangan adalah simbol cinta, tradisi dan makna yang lebih dalam yang menghubungkan kita dengan masa lalu, masa kini dan masa depan.***
Share this article
Ternyata ini makna memberi atau mendapat hadiah berupa saputangan dari seseorang, tak hanya untuk menyeka air mata lho!