10 Alasan Aneh Tapi Jujur Kenapa Generasi Milenial Lebih Rentan Terkena Penyakit Mental, Kaum yang Terasing Dalam Dunia yang Terhubung

Ilustrasi penyakit mental
Ilustrasi penyakit mental

AYOJAKARTA.COM – Generasi Milenial, secara umum dipahami sebagai mereka yang lahir antara tahun 1980 hingga 1994.

Secara literatur digital, generasi milenial inilah yang dianggap sebagai yang terbaik.

Generasi milenial mengalami berbagai perubahan zaman, dari era media cetak, telepon umum, wartel, warnet, hingga booming internet.

Namun, dibalik pengalaman zaman itu, generasi milenial juga ditengarai oleh berbagai jenis tekanan psikis yang berpengaruh pada kesehatan mental mereka.

Nah, terdapat 10 alasan aneh tapi jujur kenapa generasi milenial lebih rentan terkena penyakit mental.

Baca Juga: Ajang Unjuk Gaya Hidup dan Hobi Berkendara Para Biker Classy Yamaha

1. Tekanan dari media sosial

Media sosial memainkan peran sentral dalam kehidupan banyak generasi milenial.

Platform seperti Instagram dan Facebook sering kali menyajikan gambaran ideal tentang kehidupan yang sulit dicapai.

Perbandingan yang terus menerus ini dapat menimbulkan perasaan tidak mampu dan gagal memimpin, yang dapat berdampak serius pada kesehatan mental.

2. Ketidakpastian finansial

Banyak generasi milenial memasuki pasar tenaga kerja selama atau tak lama setelah Resesi Besar (ingat krisis ekonomi 1998).

Ketidakstabilan ekonomi ini tidak hanya mempengaruhi prospek karier mereka, tetapi juga keamanan finansial mereka.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Waktumu 20 Detik, Temukan Besi yang Bersembunyi di Dalam Gambar!

Kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan dan masa depan keuangan dapat menyebabkan stres yang signifikan.

3. Harapan tinggi dan perfeksionis

Sejak usia muda, generasi milenial sering diberitahu bahwa mereka dapat mencapai apa pun jika mereka bekerja cukup keras.

Ekspektasi yang tinggi ini dapat mengarah pada perfeksionisme dan rasa takut akan kegagalan, yang pada gilirannya meningkatkan stres dan kecemasan.

4. Paradoks pilihan

Generasi milenial sering dihadapkan pada pilihan yang sangat banyak di semua aspek kehidupan mereka, mulai dari karier hingga memilih pasangan.

Pilihan yang terlalu banyak ini dapat menyebabkan kelumpuhan keputusan dan perasaan tidak puas.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Memiliki Daya Imajinasi Tinggi? Coba Temukan Anjing pada Gambar Batu Ini

5. Perubahan dalam struktur keluarga

Struktur keluarga tradisional telah berubah secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Banyak generasi milenial yang tumbuh dalam keluarga tambal sulam atau mengalami perpisahan dengan orang tua mereka, yang dapat menyebabkan rasa tidak aman dan masalah keterikatan.

6. Tekanan pendidikan

Sistem pendidikan telah menjadi semakin kompetitif, dengan fokus yang kuat pada kinerja dan nilai.

Tekanan ini dapat meningkatkan kelelahan dan masalah psikologis pada kaum muda.

Baca Juga: Strategi Jitu: Tips dan Trik Mengerjakan Soal TKP SKD CPNS 2024, Nilai Dijamin Tinggi

7. Tekanan teknologi

Konektivitas yang terus menerus melalui ponsel pintar dan perangkat lainnya bisa membuat kita kewalahan.

Generasi milenial sering mengalami stres karena harus selalu siap sedia setiap saat, bukannya benar-benar memiliki waktu tanpa teknologi.

8. Ketakutan akan lingkungan dan iklim

Dihadapkan dengan tantangan global seperti perubahan iklim, banyak generasi milenial yang mengalami krisis kesedihan ekologis yang mendalam dan ketakutan akan masa depan planet ini.

Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka.

Baca Juga: Pencairan Bantuan BLT Mitigasi Risiko Pangan Rp600 Ribu Masih Abu-Abu, Masih Tetap akan Disalurkan?

9. Pencarian makna

Banyak generasi milenial berjuang untuk mendapatkan kehidupan dan pekerjaan yang bermakna.

Situasi ini sering kali berdampak besar menjadi krisis eksistensial jika mereka tidak menemukan makna ini.

10. Terasing dalam dunia yang terhubung

Terlepas dari (atau mungkin karena) dunia yang sangat terhubung, banyak generasi milenial yang merasa terisolasi dan kesepian.

Isolasi sosial ini merupakan faktor risiko yang signifikan untuk berbagai penyakit mental.

Nah, inilah beberapa masalah yang harus dihadapi oleh generasi milenial. Para milenial harus siap dan segera mengantisipasinya.***

Baca Juga: 10 Jurusan Termahal Jalur Mandiri di PNJ 2024 Beserta IPI dengan Total Biaya Sampai Rp24 Juta!

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Milenial
# kesehatan
# mental

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.