AYOJAKARTA.COM – Perubahan dunia digital yang memungkinkan individu terkoneksi secara global, berpotensi besar memunculkan dampak berupa kesehatan mental.
Salah satu dampak nyata terjadinya penurunan kualitas kesehatan mental di era digital seperti sekarang ini adalah pembusukan otak atau brain rot.
Dalam sejumlah penelitian, dampak negatif perkembangan dunia digital perlu disadari oleh masing-masing individu agar kesehatan mental tidak mengalami gangguan.
Cara paling efektif yang disarankan oleh para ahli dari berbagai bidang ilmu untuk tetap menjaga kesehatan mental di dunia digital adalah dengan tetap hidup seimbang.
Akses luas terhadap dunia digital atau sering disebut maya, menurut banyak penelitian memiliki kecenderungan yang berdampak pada minimnya interaksi secara personal.
Baca Juga: Respon Bijak Buya Yahya Soal Usulan Kebijakan Vasektomi sebagai Syarat Bansos: Kita Dukung, tapi...
Pada jangka panjang, kebiasaan perilaku semacam ini akan membuat seseorang menjadi terputus atau tidak lagi terhubung dengan diri sejatinya.
Agar terkoneksi dengan diri sendiri yang otentik, berikut adalah sejumlah saran mudah untuk diketahui namun cenderung sulit dijalani demi menjaga kesehatan mental.
Saran pertama untuk menjaga kondisi kesehatan mental tetap optimal di era digital adalah dengan membatasi interaksi antara layar pada perangkat dengan mata.
Desakan akan suatu informasi yang berkelanjutan sering kali membuat pengguna perangkat digital sering terjebak pada gagasan fear of missing out alias FOMO atau kudet.
Akibatnya, seseorang akan secara terus-menerus memperbarui suatu informasi tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang diinginkan oleh diri sendiri.
Baca Juga: Sehat Fisik dan Mental! 7 Manfaat Bangun Pagi
Memberikan lebih banyak ruang untuk berinteraksi dengan diri sendiri atau mindfulness merupakan saran selanjutnya untuk menjaga kesehatan mental di era digital.
Cara untuk dapat terhubung secara paripurna dengan kesadaran diri adalah berusaha diam dan menikmati momen saat ini tanpa respons berlebih atas beragam laju pikiran.
Saran ketiga untuk menjaga kesehatan mental di era digital adalah dengan grounding atau berinteraksi secara fisik dengan alam terbuka.
Menghabiskan waktu berlama-lama di dalam kamar atau membiarkan diri terisolasi akan membuat ketahanan mental seseorang terkejut saat berada di lingkungan sosial.
Selain menyehatkan fisik, dalam sudut pandang yang lebih mendalam, bersentuhan langsung dengan alam akan memicu hormon kebahagiaan pada pikiran.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental bagi Pekerja Pelayanan Anak dan Masyarakat
Saran keempat untuk menjaga kesehatan mental di era digital adalah dengan memberikan waktu bagi pikiran beristirahat, dengan cara membatasi penggunaan perangkat digital.
Adapun saran kelima yang berguna untuk menjaga kesehatan mental di era digital adalah dengan terhubung secara sosial bersama lingkaran menyehatkan.
Meski relasi sosial penting bagi perkembangan individual, memastikan lingkaran yang mendukung kesehatan mental juga tidak boleh ditinggal.***

Share this article
Perubahan dunia digital yang memungkinkan individu terkoneksi secara global, berpotensi besar memunculkan dampak berupa kesehatan mental.