AYOJAKARTA.COM – Para pekerja yang memberikan pelayanan langsung kepada anak dan masyarakat harus selalu menjaga kesehatan mental.
Di tengah situasi seperti ini, seringkali pekerja mengalami berbagai tantangan yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga rentan mengalami stres.
Menurut para ahli, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang muncul dari kejadian dan pekerjaan sehari-hari.
Mulai dari masalah hubungan dengan rekan kerja, deadline tugas yang berat, hingga masalah keuangan dan pandemi.
Dalam pernyataan yang dikutip dari kanal YouTube Save the Children Indonesia pada Senin, 14 April 2025, stres dapat menimbulkan berbagai reaksi terhadap kesehatan mental.
Secara fisik, saat setres seseorang mungkin mengalami pusing, menggigil, sakit perut, atau gejala lain.
Sedangkan secara perilaku, stres dapat menyebabkan seseorang menarik diri dari lingkungan, bersikap agresif, dan mengalami perubahan pola makan atau waktu tidur.
Stres juga dapat mengganggu fungsi kognitif, seperti membuat seseorang sulit untuk fokus, mudah lupa, atau terus-menerus mengingat masalah.
Baca Juga: Kemenkes Wajibkan Tes Kesehatan Mental Tahunan bagi Calon PPDS setelah Kasus di RSHS
Perubahan emosi seperti mood yang drastis, mudah sedih, cepat marah, dan merasa cemas juga merupakan reaksi umum dari stres.
Para ahli menegaskan bahwa reaksi tersebut merupakan respons normal terhadap situasi yang tidak normal dan tidak selalu berarti seseorang menderita gangguan jiwa berat.
Namun, apabila gejala stres semakin parah dan mulai mengganggu kehidupan serta pekerjaan, atau muncul frekuensi dan intensitas yang tinggi, maka penting untuk mencari bantuan profesional.
Untuk mengurangi dan mengelola stres, berikut beberapa kegiatan yang direkomendasikan:
- Lakukan kegiatan yang disukai, seperti menonton film, membaca buku, jalan-jalan, menikmati makanan favorit, atau mendengarkan musik.
Olahraga juga sangat dianjurkan karena dapat membantu meredakan ketegangan.
- Luangkan waktu istirahat yang cukup setiap hari.
- Jalin kontak dengan orang-orang tercinta, baik keluarga maupun teman, untuk mendapatkan dukungan emosional.
- Bicarakan masalah kalian kepada orang yang bisa dipercaya, atau bergabung dalam kelompok dukungan psikologis dan mengikuti kegiatan psychosocial yang tersedia di lingkungan kerja atau tempat tinggal.
Para ahli juga mengingatkan bahwa jika reaksi stres semakin memburuk dan mengganggu aktivitas.
Lebih parahnya, serta muncul keinginan untuk mengakhiri hidup, maka segera konsultasikan dengan psikolog secara online atau tatap muka.***
Kesadaran dan perhatian terhadap kesehatan mental sangat penting agar pekerja tetap sehat, produktif, dan mampu memberikan kontribusi maksimal kepada anak dan masyarakat.***

Share this article
Para pekerja yang memberikan pelayanan langsung kepada anak dan masyarakat harus selalu menjaga kesehatan mental.