AYOJAKARTA.COM - Seiring proses perjalanan hidup, setiap manusia akan mengalami kejadian tidak menyenangkan yang membekas dan menimbulkan luka batin.
Luka batin yang dialami setiap orang, seringkali berdampak pada lahirnya sebuah harapan atau bahkan timbulnya rasa takut yang konstan.
Dalam perspektif ideal serta konstruktif, luka batin adalah pengingat akan adanya rasa tidak menyenangkan yang pernah dialami dan bukan akhir dari segalanya.
Masih belum tingginya kesadaran akan kesehatan mental membuat kebanyakan orang justru mengabaikan dan me-rasionalisasi setiap celah luka batin yang ada.
Karena itu, penting bagi setiap individu untuk mulai memberi perhatian lebih besar kepada diri sendiri dan melakukan konseling ke profesional jika sudah mengganggu kehidupan.
Sebagai bekal untuk mengintrospeksi diri, berikut ini adalah jenis-jenis luka batin yang masih banyak dimiliki oleh manusia.
Dikutip dari Instagram @psikologid, Rabu (24/4/2024) luka batin pertama yang banyak dimiliki oleh banyak orang adalah Abandonment atau luka karena diabaikan.
Kehilangan seseorang, perasaan tidak diinginkan, ditinggalkan, perceraian atau ikatan yang rentan dengan pengasuh kerap menjadi akar timbulnya luka batin Abandonment.
Baca Juga: Fakta Psikologi Berdasarkan Tipe Golongan Darah, Ternyata Bisa Ungkap Cara Seseorang saat Marah
Jenis luka batin selanjutnya yang masih banyak dimiliki oleh individu adalah luka karena ditolak atau Rejection.
Kurangnya rasa ikatan emosional dan perhatian dari orang tua atau lingkungan, sering menjadi pemicu dari luka batin Rejection.
Dalam jangka panjang, adanya penolakan baik secara pribadi dan sosial akan membuat seseorang cenderung menarik diri dari lingkungan.
Jenis luka batin selanjutnya yang banyak dimiliki individu adalah luka batin yang timbul akibat perlakuan tidak adil atau Injustice.
Tuntutan untuk melakukan sesuatu yang sulit, atau sering dianggap berbeda akan membentuk seseorang menjadi pribadi perfeksionis.
Kuatnya kritik dan rasa tidak nyaman atas kemampuan diri sendiri, membawa seseorang hidup dalam perilaku senang membanding-bandingkan diri hingga timbul rasa iri.
Jenis luka batin selanjutnya adalah luka batin akibat Pengkhianatan atau Betrayal yang disebabkan oleh orang terdekat.
Seseorang dengan luka batin semacam ini dalam hidupnya, akan memiliki kecenderungan tidak mudah percaya dan menjadi pribadi yang senang mendominasi atau Pengendali.
Baca Juga: Tips Psikologi: 5 Cara Menghindari Toxic Positivity alias Positivitas Beracun
Jenis luka batin selanjutnya yang banyak dialami individu adalah Humiliation atau luka akibat dipermalukan, dihina atau perlakuan kurang baik.
Individu dengan pengalaman jenis luka batin semacam ini akan cenderung tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepercayaan diri rendah serta merasa layak dihina.
Rendahnya pandangan diri terhadap diri pribadi akan membuat seseorang kesulitan untuk menetapkan batasan serta keberanian untuk berkata tidak. ***

Share this article
Lima jenis luka batin yang pernah dialami oleh manusia, salah satunya adalah Abandonment atau luka karena diabaikan.