AYOJAKARTA.COM -- Dalam pola pengasuhan anak, terdapat berbagai pendekatan dan mempengaruhi perkembangan anak secara signifikan.
Setiap orang tua tentunya mempunyai cara mengasuh dengan gaya yang berbeda-beda terhadap anak-anak mereka.
Banyak ibu muda yang saat ini mulai belajar memperhatikan dan menerapkan pola asuh yang sesuai untuk anak-anaknya.
Baca Juga: Ilmu Psikologi: Ini Tipe Orang yang Pura-Pura Baik Padahal Licik di Belakang
Parenting yang dilakukan di masa anak-anak tentunya akan mempengaruhi kepribadian hingga dewasa.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Sprouts yang diunggah 30 April 2021, berikut lima gaya pola asuh pada anak-anak:
1. Otoriter
Orangtua otoriter cenderung mengendalikan dan menuntut ketaatan tanpa mempertimbangkan sudut pandang anak.
Mereka menerapkan aturan yang ketat dan sering kali memberikan hukuman jika aturan tersebut dilanggar.
Anak - anak yang dibesarkan dalam lingkungan otoriter mungkin menjadi patuh tetapi kurang mandiri.
Selain itu, juga cenderung mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi mereka.
2. Permissif
Orang tua permisif penuh kasih, tetapi cenderung tidak memberikan batasan atau kontrol yang cukup.
Mereka sering kali memenuhi semua keinginan anak dan enggan mengatakan "tidak".
Anak yang dibesarkan dengan parenting permisif mungkin kurang disiplin dan memiliki masalah dalam mengatur diri mereka sendiri.
3. Otoritatif
Orangtua otoritatif menemukan keseimbangan antara keterlibatan yang tinggi dan ketegasan.
Mereka mendukung kemandirian anak-anak dalam batasan yang jelas, memberikan arahan dan panduan tanpa menjadi otoriter.
Baca Juga: Daftar Sekolah Kedinasan 2024 yang Lulusannya Auto Jadi PNS, Pilih Sesuai Minat Ya!
Anak-anak yang dibesarkan dengan parenting otoritatif cenderung memiliki kemandirian yang baik, keterampilan sosial yang kuat, dan stabilitas emosional.
4. Tidak peduli
Orangtua yang tidak peduli cenderung tidak terlibat dalam kehidupan anak-anak dan kurang memberikan perhatian atau kasih sayang.
Mereka mungkin tidak memenuhi kebutuhan dasar anak-anak mereka secara emosional atau fisik.
Akibatnya, anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang tidak peduli sering kali mengalami masalah dengan kepercayaan diri, ikatan emosional, dan hubungan interpersonal.
Baca Juga: Psikologi dan Kepribadian Orang yang Suka Bentuk Lingkaran, Benarkah Sosok Pemersatu Keluarga?
5. Terlibat berlebihan
Orang tua cenderung terlalu terlibat atau ikut campur dalam setiap kehidupan anak bahkan menghapus semua rintangan dari jalan mereka.
Hal ini dapat menghambat perkembangan kemandirian dan keterampilan pemecahan masalah anak, karena mereka tidak memiliki kesempatan untuk belajar mengatasi tantangan sendiri.
Dengan memahami gaya parenting diharapkan dapat membantu orangtua dalam memilih pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian anak.***

Share this article
bukan rahasia lagi, jika pola asuh atau gaya parenting orang tua terhadap anak akan mempengaruhi kepribadian mereka hingga dewasa.