AYOJAKARTA.COM -- Manipulasi atau kebohongan merupakan sebuah tindakan atau perilaku yang tidak dapat dibenarkan dalam sebuah hubungan.
Selain harus terbebas dari praktik manipulasi, hubungan yang sehat juga perlu dibangun dari rasa kepercayaan, menghargai dan kejujuran.
Sayangnya ketiga hal penting tersebut seringkali justru diabaikan, sehingga dasar sebuah hubungan diganti dengan kebohongan atau manipulasi.
Baca Juga: Psikologi dan Kepribadian Orang yang Suka Bentuk Lingkaran, Benarkah Sosok Pemersatu Keluarga?
Berada terus-menerus di dalam sebuah hubungan yang penuh dengan manipulasi tentu saja dapat merusak kesehatan mental dan merusak kesadaran intelektual.
Karena itu penting bagi siapapun untuk dapat mengenali tanda-tanda adanya pasangan yang sedang melakukan manipulasi atau manipulatif.
Tanda pertama dari hubungan yang dibangun dari sikap manipulatif adalah adanya Silent Treatment atau sikap mengabaikan.
Pengabaian yang dilakukan seseorang atau pasangan tentu saja akan membawa dampak negatif karena membuat seseorang hidup dalam pertanyaan dan keraguan diri.
Tanda kedua hubungan manipulatif adalah Guilt Tripping atau perbuatan yang membuat seseorang atau pasangan hidup dalam rasa bersalah.
Pasangan yang menjadi korban perilaku guilt tripping akan terus-menerus disalahkan, sehingga merasa bimbang dengan kemampuan dirinya.
Tanda selanjutnya dari seseorang atau pasangan yang bersikap manipulatif adalah sering memutar balikkan pernyataan dan ucapan atau sering disebut Sophis.
Saat berada dalam perdebatan, pasangan manipulatif akan menggunakan informasi yang dimiliki tentang pasangan untuk disalah artikan serta dilebih-lebihkan.
Dalam kondisi yang begitu membingungkan, kewarasan seseorang terhadap realita akan menjadi semakin merusak mentalitas.
Manipulatif merupakan salah satu bagian dari karakter seseorang atau pasangan yang sukar diubah, sehingga memerlukan cara khusus untuk melakukan penanganan.
Agar tidak mudah menjadi korban dari perilaku manipulasi seseorang atau pasangan, membangun sikap dan kepercayaan diri perlu terus dilakukan.
Kepercayaan diri merupakan bentuk pertahanan yang membuat seseorang tidak mudah menjadi korban manipulasi.
Semakin tinggi rasa kepercayaan diri seseorang, hal tersebut akan menjadikannya memiliki mental yang tidak mudah ditindas.
Cara kedua agar tidak terus menjadi korban dari perilaku manipulasi adalah dengan berani bertindak tegas serta mampu menyampaikan isi hati dengan cara baik.
Cara ketiga agar terhindar dari hubungan tidak sehat atau hubungan beracun yang merusak jiwa adalah dengan berani melepaskan pasangan.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Kucing di Antara Anjing dalam Waktu 3 Detik untuk Tunjukkan Ketelitianmu!
Hubungan yang baik dan sehat dan pantas dipertahankan selalu dimulai dari hubungan seseorang dengan dirinya sendiri.
Karena itu perlu ditekankan dalam pikiran, bahwa melepaskan diri dari pasangan yang tidak bisa menuju perbaikan bukanlah sebuah kesalahan.***

Share this article
Manipulasi atau kebohongan merupakan sebuah tindakan atau perilaku yang tidak dapat dibenarkan dalam sebuah hubungan. Bagaimana tandanya?