AYOJAKARTA.COM - Kecemasan dalam kadar yang normal pasti pernah dialami siapapun.
Namun, dalam situasi tekanan psikologis yang berat, kecemasan akan menjadi gangguan mental yang berbahaya, baik secara kejiwaan maupun fisik.
Ada berbagai macam jalan keluar untuk mengatasi kecemasan ini jika kamu mengalaminya.
Namun, beberapa jalan keluar yang kamu pilih bisa menjadikan kecemasan bertambah buruk.
Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Supaya Kamu Tetap Produktif Di Bulan Ramadan, Cek Selengkapnya Di Sini!
Berikut 5 hal yang tidak boleh kamu lakukan jika mengalami kecemasan, yaitu:
- Menghindar: melarikan diri tidak menyelesaikan apapun
Menghindari situasi yang membuat stres mungkin dapat meredakan stres untuk sementara waktu.
Namun, dalam jangka panjang, hal ini sama saja dengan menambahkan bahan bakar ke dalam api kecemasan.
Menurut penelitian, menghindari hal yang membuat kamu cemas, mungkin akan membuat kecemasan kamu semakin parah.
Sebaliknya, menghadapi ketakutan secara langsung, meski terlihat menakutkan, adalah kunci untuk mengatasi ketakutan dan kecemasan kita.
Baca Juga: Ungkap 4 Fakta Unik Kepribadian Orang yang Lahir pada Hari Minggu, Kamu Salah Satunya?
- Alkohol: pelarian sementara yang menjadi bumerang
Meskipun menawarkan pelarian sementara, alkohol adalah pedang bermata dua.
Tidak hanya mengganggu tidur dan memperburuk kecemasan dalam jangka panjang.
Tetapi, juga mengganggu kemampuan otak untuk mengatur emosi secara efektif.
Beralih ke minuman keras untuk menghindari emosi yang tidak nyaman tidak hanya memperburuk kecemasan, tetapi juga meningkatkan risiko mengembangkan gangguan penyalahgunaan zat.
Baca Juga: Pergaulan Bebas dan Perselingkuhan Bisa Jadi Sifat Genetik Pada Beberapa Manusia
- Melampiaskan ke orang lain: perilaku katarsis
Kita semua pernah mengalaminya, mencurahkan kekhawatiran kita kepada teman atau anggota keluarga yang simpatik.
Berharap hal itu akan membuat kita merasa lebih baik.
Meskipun mencari dukungan sosial ketika kita sedang berjuang adalah strategi penanggulangan yang efektif, namun ada peringatannya.
Ilmu saraf menunjukkan bahwa melampiaskan emosi tidak benar-benar mengurangi kecemasan, dan dapat memperkuat siklus negatif.
Sebaliknya, cobalah untuk mengarahkan energi tersebut untuk berhubungan dengan orang lain dengan cara yang dapat memperkuat pengalaman positif.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Ketahui Karakter Jelek Kamu yang Mungkin Tidak Disukai Oleh Temanmu Melalui Tes Ini
- Mencari-cari makanan yang menghibur
Bayangkan, kamu mengalami hari yang berat, jadi kamu langsung menyantap segelas es krim atau sekantong keripik.
Meskipun dapat memberikan penghiburan sementara, mengonsumsi gula dan makanan olahan dapat merusak kadar gula darah, yang berdampak pada suasana hati dan kesehatan mental secara keseluruhan.
- Fokus hanya pada solusi: terkadang, kamu harus bisa merasakannya untuk menyembuhkannya
Memang sangat menggoda untuk langsung mencari pemecahan masalah saat kecemasan menyerang.
Namun, inilah masalahnya, ketika kewalahan atau cemas, kemampuan kognitif kita menurun dan kemampuan pengambilan keputusan terganggu.
Itu berarti solusi apa pun yang kita hasilkan mungkin bukan ide terbaik kita.
Sebaliknya, beri diri kamu waktu sejenak untuk merenung dan mengakui perasaanmu.
Percayalah, ini adalah langkah penting dalam proses penyembuhan.
***

Share this article
Dalam situasi tekanan psikologis yang berat, kecemasan akan menjadi gangguan mental yang berbahaya, baik secara kejiwaan maupun fisik.