AYOJAKARTA.COM - Narsistik Personality Disorder disingkat NPD atau gangguan kepribadian narsistik merupakan salah satu istilah yang kini tengah menjadi sorotan.
Seorang penderita gangguan kepribadian narsistik atau Narsistik Personality Disorder alias NPD akan menganggap dirinya sebagai individu paling istimewa.
AkIbat anggapan keliru tersebut, penderita gangguan kepribadian narsistik atau Narsistik Personality Disorder menganggap orang di sekitarnya sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Baca Juga: Sering Cemas Tiba-tiba? Simak Sebab dan Gejala Agorafobia Disini
Karena itu untuk mencapai tujuannya, seorang NPD tidak segan melakukan berbagai teknik manipulasi atau menipu orang lain demi memuaskan ego pribadi.
Adanya perasaan selalu ingin dipuji, diperhatikan, dijadikan prioritas oleh orang terdekatnya, menjadikan seorang NPD sangat sulit berempati.
Meski dikenal sebagai sosok malaikat bagi orang sekitar, seorang NPD justru seringkali menjadi sosok paling beracun bagi orang-orang terdekatnya.
Baca Juga: INFO 10 Jurusan Sepi Peminat UGM dan Daya Tampung SNBT 2024, Prodi Baru S1 Punya Peluang Lolos
Tidak mengherankan apabila penderita NPD bersedia melakukan apapun hanya demi mendapatkan pujian atau dianggap penting oleh orang-orang di sekitarnya.
Saat merasa sudah tidak lagi dianggap menjadi prioritas bagi orang terdekat, seorang NPD akan berubah menjadi sosok mengerikan yang tidak segan mengumbar fitnah.
Meski terkesan sangat kejam, jauh di dalam diri seorang penderita NPD selalu ada sosok pribadi yang sangat rapuh dan senantiasa hidup dalam rasa takut yang akut.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Sudah Mencintai Diri Sendiri, Poin 3 Penting Dilakukan
Karena itu, setiap kali akan menjerat calon korbannya seorang NPD kerap menggunakan teknik manipulasi yang menjadi perisai dalam memulai suatu hubungan.
Tahap Pertama seorang NPD adalah Idealisasi atau membangun citra diri palsu tentang dirinya, sehingga orang lain dengan mudah tertarik untuk menjalin suatu hubungan.
Pada tahap ini, seorang NPD akan menjelma sebagai sosok malaikat penyelamat bagi siapapun yang akan dijadikan sebagai korban atau suplai narsistiknya.
Baca Juga: 4 Jurusan Kuliah Yang Cocok Untuk Kamu Yang Suka Bersosialisasi, Extrovert Auto Semangat Kuliah!
Saat calon korban sudah benar-benar terjerat dan hubungan sudah terjalin, seorang NPD akan memulai tahap Devaluasi atau merendahkan pasangan serendah-rendahnya.
Watak dan karakter asli seorang penderita NPD yang tidak kenal empati, akan membuat pikiran dan kewarasan korban atau suplai narsistik mengalami konflik sangat pelik.
Saat korban atau suplai narsistik sudah tidak lagi dianggap memiliki nilai, NPD akan melakukan tahap ketiga yakni Discard atau dibuang atau dicampakkan.
Dengan citra palsu, seorang penderita NPD yang menganggap dirinya sangat superior dan sempurna akan tega membuang suplai atau korbannya kapanpun dimanapun.
Setelah seorang NPD berhasil mendapatkan semua kebutuhan narsistiknya dan sudah dibuang, korban atau suplai biasanya akan kembali dijerat ulang atau Hoovering.
***

Share this article
Narsistik Personality Disorder disingkat NPD atau gangguan kepribadian narsistik merupakan salah satu istilah yang kini tengah menjadi soro