AYOJAKARTA.COM - Seorang Perawat Paliatif atau biasa dikenal perawat penyakit yang sukar disembuhkan menemukan sederet fakta tentang rasa sesal menjelang ajal.
Rasa sesal menjelang ajal tersebut merupakan akumulasi yang terbentuk karena proses pengalaman hidup yang telah dilalui seseorang.
Dari pengalamannya tersebut, perawat Paliatif bernama Bronnie Ware kemudian merangkum rasa sesal menjelang ajal para pasiennya menjadi suatu daftar.
Demi terhindar dari rasa sesal yang dirasakan, para pasien selalu berharap bisa diberikan kesempatan untuk memperbaiki keadaan di masa lalunya.
Dirangkum dari akun Instagram @hmanampiring, berikut ini adalah lima penyesalan terbesar kebanyakan manusia yang menggumpal sebelum ajal.
“Andaikan saya lebih berani menjalani hidup yang saya ingini, dan bukan sekedar mengikuti harapan-harapan orang lain,”
Kebiasaan ingin menyenangkan atau membahagiakan orang lain dengan membiarkan diri menderita atau People Pleasure, adalah rasa sesal paling banyak dialami manusia.
Harapan dan keinginan untuk mengubah keadaan masa lalu dalam kondisi diri yang memprihatinkan, membuat kematian seseorang terlihat menyakitkan.
“Andaikan saya tidak bekerja terlalu keras, saya pasti akan punya cukup waktu untuk keluarga dan orang-orang tulus dalam hidup saya,”
Kebanyakan pasien laki-laki dan wanita karir yang di masa lalunya terbilang sukses, justru menyesali keputusannya menjelang ajal.
Mereka berharap Tuhan memberikan kesempatan untuk menghadirkan waktunya yang ternyata hilang sia-sia karena telah mengabaikan pasangan serta keturunan.
“Andaikan saya lebih berani mengutarakan isi perasaan saya kepada mereka yang sudah bersedia menyayangi atau membuat saya takut,”
Memendam perasaan karena menjaga perasaan orang lain, menurut Broonie banyak menghadirkan rasa sesal di saat menjelang ajal.
Mereka yang diambang kematian dihantui oleh rasa sesal, karena telah mengorbankan dan mengubur potensi diri sendiri hanya karena terlalu takut menyuarakan perasaan.
“Andaikan saya lebih memelihara persahabatan dengan orang-orang baik dan menjalin hubungan dengan mereka,”
Kesibukan diri karena telah mengabaikan teman-teman tulus dan baik, membuat banyak orang menyesal sebelum datang ajal.
“Saya tentu tidak akan merasa menderita andaikan saya lebIh berani dalam mengijinkan dan memperbolehkan diri sendiri merasakan bahagia,”
Menurut Broonie Ware, menjelang datangnya ajal banyak orang yang baru menyadari bahwa kebahagiaan adalah sebuah pilihan.
Mereka semuanya berharap mampu diberikan kesempatan untuk bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua yang sudah dilakukannya.
Tidak terjebak oleh perbuatan di masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, atau tidak ada ganjalan hati adalah kunci merasakan esensi kebahagiaan saat ini, detik ini. ***

Share this article
Dari pengalamannya tersebut, perawat Paliatif bernama Bronnie Ware kemudian merangkum rasa sesal menjelang ajal