AYOJAKARTA.COM -- Lepasnya kemelekatan seseorang dari luka batin di masa kecil yang menyedihkan atau inner child, berpengaruh pada hubungan di masa depan.
Seseorang dengan luka batin masa kecil atau inner child yang masih belum sepenuhnya dipulihkan, bisa berdampak pada relasi hubungan beracun atau toxic.
Agar kebutuhan emosi dari sebuah hubungan benar-benar terjalin dan saling mengisi, maka penting bagi setiap individu terbebas dari luka batin masa kecil atau inner child.
Baca Juga: 4 Tanda Pasangan dengan Luka Inner Child Dilihat dari Tindakannya Padamu, Pernah Alami?
Untuk mengetahui ada atau tidaknya luka batin masa kecil atau inner child yang masih melekat dalam diri, perlu memahami pola perilakunya.
Berikut ini merupakan tanda atau pola-pola yang seringkali dilakukan oleh seseorang dengan luka batin atau inner child masih melekat.
Seseorang dengan luka batin masa kecil atau inner child yang masih belum pulih akan cenderung bersikap perfeksionis atau berusaha terlihat sempurna.
Rasa kuatir mengecewakan orang lain akan membuat pribadi dengan luka batin masa kecil menjadi sosok yang ingin menyenangkan setiap orang.
Baca Juga: Tanda Diri Masih Menyimpan Luka Inner Child, Jangan Mengaku Paling Banyak Berkontribusi
Pola selanjutnya yang biasa dilakukan oleh seseorang dengan luka batin masih belum pulih adalah memiliki rasa takut meminta bantuan.
Anak-anak yang kebutuhan emosionalnya diabaikan atau diremehkan, akan terpaksa tumbuh menjadi sosok yang terkesan sangat mandiri di kemudian hari.
Tetapi jauh di dalam dirinya, sosok anak kecil yang selalu haus akan perhatian dan bantuan tidak pernah berhenti untuk minta diprioritaskan.
Pola lain yang biasa dilakukan oleh seseorang dengan kondisi inner child terluka adalah sukar mengeluarkan uang dan senang menimbun barang-barang bekas.
Biasanya hal ini terjadi pada individu yang saat kecil hidup dalam kondisi keterbatasan uang atau sering merasa kekurangan.
Pola selanjutnya yang sering ditunjukkan oleh pribadi dengan luka batin masa kecil belum pulih adalah cenderung bersifat defensif atau menyerang.
Kritik yang disampaikan oleh orang terdekat atau pelaku hubungan di saat dewasa, akan dianggap sebagai hukuman atau kebencian, sehingga harus dilakukan perlawanan.
Pola selanjutnya dari inner child yang masih melekat adalah kesulitan untuk mengikuti aturan atau merasa dikekang oleh hal-hal bersifat kewajiban.
Pola berikutnya dari pribadi dengan kondisi inner child masih belum pulih adalah munculnya rasa tidak nyaman ketika pasangan mendadak tidak ada di dekatnya.
Harapan dan keinginan menjalin sebuah hubungan yang sehat dan saling mengisi kekosongan, selalu diawali dengan hubungan kepada diri sendiri.
Karenanya, penting bagi siapapun untuk berkonsultasi kepada Ahli jika hubungan sudah mulai berlainan arah.***

Share this article
Begini tanda atau pola-pola yang seringkali dilakukan oleh seseorang dengan luka batin atau inner child masih melekat.