AYOJAKARTA.COM - Move on menjadi salah satu kata yang sering di dengar ketika seseorang membutuhkan sebuah perubahan dalam hidupnya.
Perubahan di sini bisa jadi karena adanya putus cinta hingga kehilangan yang membuat seseorang untuk segera move on.
Meminta orang lain untuk move on memang hal mudah untuk dilakukan, tapi dalam praktiknya membutuhkan proses yang panjang.
Dalam move on, mengikhlaskan dan melupakan menjadi hal yang penting sehingga tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Uji Analisamu dengan Temukan 3 Perbedaan pada Gambar Bebek Berjaket dalam 8 Detik!
Move on sendiri memiliki 5 tahapan yang harus dilalui walaupun terasa sulit. Hal ini bertujuan agar bisa memulihkan keadaan dan bisa menjalani kehidupan kembali.
Lantas, apa saja tahapan move on yang harus dilewati?
Dikutip dari akun Instagram @psikologiindonesia_, berikut ini 5 tahapan move on yang harus kamu lewati.
1. Fase pertama: Denial
Tahapan move on pertama yang harus dilewati yaitu fase denial. Merupakan sebuah kondisi di mana seseorang akan berusaha untuk menyangkal dan menolak perubahan, kehilangan hingga perpisahan yang terjadi.
Bahkan orang yang sedang memasuki fase denial ini akan berpura-pura segala sesuatu akan baik-baik saja atau kembali seperti dulu lagi.
Misalnya saja, menolak fakta seseorang yang kita kasihi meninggal dunia dan berpura-pura sosok tersebut masih ada.
Atau bisa juga ketika putus dengan pasangan, kamu masih belum bisa menerima hal tersebut terjadi.
2. Fase kedua: Anger
Tahapan move on kedua yang harus dilewati yaitu anger. Merupakan sebuah kondisi dalam menolak kesedihan atau kehilangan, seseorang akan melampiaskannya dalam amarah atau menyalahkan sesuatu yang lain.
Bisa jadi seseorang akan menyalahkan kejadian, benda, atau bahkan dirinya sendiri. Misalnya, seseorang akan menyalahkan rumah sakit orang yang berarti di vonis meninggal atau tidak tertolong.
Atau bisa juga menyalahkan orang lain yang menjadi penyebab putusnya hubungan antara dia dengan kekasihnya.
Baca Juga: Viral! Seorang Pria Tanpa Busana ‘Mandi’ Beras Bulog di Gudang, Warganet: Ya Ampun Jahatnya
3. Fase ketiga: Bargaining
Tahapan move on selanjutnya yang harus dilewati yaitu bargaining. Ini merupakan sebuah kondisi di mana seseorang akan berusaha untuk tawar menawar dengan perasaan yang sedang dirasakannya.
Mereka berharap serta berandai-andai berbagai kemungkinan dan serangkaian kalimat di kepala mereka.
Misalnya saja, seseorang berandai-andai jika pertolongan bisa datang dengan lebih cepat pasti orang yang dia sayangi masih bisa diselamatkan.
4. Fase keempat: Depression
Salah satu tahapan move on yang harus dilewati yaitu depression. Depresi yang dimaksud di sini bukan gangguan kecemasan atau istilah klinis.
Melainkan sebuah kondisi di mana seseorang yang mulai menyadari keterbatasan dan tidak bisa mengembalikan keadaan seperti dulu lagi. Mereka juga merasa tidak mampu dan tidak sanggup.
Ada berbagai macam emosi dan pemikiran yang muncul dalam fase ini, seperti merasa tidak berguna, kesepian, kehilangan minat pada hal yang disukai.
Hingga merasa kehilangan nafsu makan, sulit tidur, serta berbagai perasaan dan pemikiran lainnya.
5. Fase kelima: Acceptance
Acceptance menjadi salah satu tahapan move on yang harus dilewati. Ini merupakan sebuah momen di mana seseorang mulai bisa menerima kejadian yang telah terjadi.
Mereka juga mulai menyadari bahwa beberapa hal tidak bisa kembali seperti dulu. Tahapan ini biasanya akan membuat seseorang bisa kembali menjalani dan melanjutkan hidupnya.
Ada sejumlah emosi yang akan diakui pada tahap ini. Kesedihan, kemarahan, serta kehilangan yang dialami pada akhirnya bisa memunculkan sebuah makna hidup yang baru.
Makna inilah yang akan membuat seseorang naik tingkat menuju satu kedewasaan yang baru.
Perlu diingat bahwa di beberapa kasus tahapan move on ini tidak selalu berjalan berurutan, bisa jadi acak atau ketika sudah sampai tahap penerimaan bisa kembali ke fase denial.
Demikian informasi mengenai 5 tahapan move on yang harus dilewati. Semoga bermanfaat.***

Share this article
Move on sendiri memiliki 5 tahapan yang harus dilalui walaupun terasa sulit. Hal ini bertujuan agar bisa memulihkan keadaan