AYOJAKARTA.COM - Selalu positive thinking dalam menjalani kehidupan merupakan hal yang baik. Namun, belakangan ini sering muncul istilah yang disebut dengan toxic positivity.
Toxic positivity merupakan sisi gelap dari positive thinking. Ini merupakan sebuah kondisi di mana seseorang sebenarnya sedang tidak baik-baik saja selalu memaksa untuk berpikiran positif.
Sayangnya, masih banyak orang-orang yang masih belum bisa membedakan mana positive thinking yang baik dan mana yang sudah masuk dalam toxic positivity.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Asah Analisamu dengan Temukan 1 Gembok yang Sudah Terbuka di Antara Gembok Terkunci
Keduanya jelas berbeda, hal ini karena positive thinking yang berlebihan dan mengarah pada toxic positivity bisa menghancurkan diri sendiri.
Positive thinking yang dilakukan secara berlebihan sebenarnya dilakukan untuk menghindar dari perasaan yang tidak nyaman.
Selain itu, toxic positivity tidak hanya dilakukan oleh orang lain kepada diri kita sendiri tapi bisa juga diri sendiri yang melakukannya.
Lantas, bagaimana sih perbedaan antara positive thinking dan juga toxic positivity?
Dikutip dari akun Instagram @mudahbergaul, berikut ini perbedaan antara positive thinking dengan toxic positivity.
1. Bersyukur
Perbedaan pertama antara positive thinking dan toxic positivity bisa dilihat dari caranya bersyukur.
Orang dengan positive thinking yang baik, maka mereka akan bersyukur dengan menerima. Bersyukur dan tetap bisa menerima kesedihan, perasaan, atau masalah yang sedang terjadi.
Sedangkan mereka yang melakukan toxic positivity, maka mereka akan bersyukur dan diikuti adu nasib dengan orang lain.
2. Jujur
Perbedaan yang kedua antara positive thinking dengan toxic positivity bisa terlihat dari kejujuran mereka kepada diri sendiri.
Orang dengan positive thinking yang baik, mereka akan jujur terhadap diri sendiri tentang apa yang sedang dirasakannya.
Mereka akan mengatakan sedih saat merasa sedih, akan mengatakan marah saat merasa marah, akan mengatakan kecewa saat merasakan kecewa.
Sedangkan orang dengan toxic positivity, mereka akan berbohong terhadap diri sendiri tentang perasaannya.
Mereka akan akan mengatakan "tidak apa apa" walaupun sebenarnya sedang sedih, akan mengatakan "tidak apa apa" walaupun sebenarnya sedang marah dan kecewa.
Baca Juga: Paslon Capres Cawapres Pilpres 2024 Sudah Miliki Nomor Urut, AMIN Nomor Berapa?
3. Saat menghadapi masalah
Perbedaan yang selanjutnya antara orang dengan positive thinking yang baik dengan toxic positivity bisa terlihat saat menghadapi masalah.
Orang dengan positive thinking yang baik akan fokus dengan solusi. Mereka bisa menerima kondisi dan tetap bisa fokus untuk mencari solusi.
Sedangkan orang dengan toxic positivity, mereka akan menghindar dari masalah. Mereka akan lari dari masalah dengan tameng "positive thinking".
Misalnya mereka akan mengatakan "udahlah positive thinking aja" atau "udah lah lupain aja".
Itulah tadi informasi mengenai 3 perbedaan antara positive thinking dengan toxic positivity. Semoga bermanfaat.***

Share this article
Lantas, bagaimana sih perbedaan antara positive thinking dan juga toxic positivity? Toxic positivity merupakan sisi gelap dari...