Lawan Rasa Malas dengan Prinsip Kaizen, Teknik Disiplin Orang Jepang

Lawan Rasa Malas dengan Prinsip Kaizen, Teknik Disiplin Orang Jepang (Pixabay)
Lawan Rasa Malas dengan Prinsip Kaizen, Teknik Disiplin Orang Jepang (Pixabay)

AYOJAKARTA.COM – Dalam perjalanan menuju produktivitas yang lebih tinggi, seringkali kita dihadapkan pada tantangan rasa malas.

Namun, ada sebuah prinsip yang dapat menjadi solusi bagi masalah ini, yaitu prinsip Kaizen. Dengan menerapkan prinsip Kaizen, kita dapat melawan rasa malas dan mencapai tingkat produktivitas yang lebih baik.

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara mengatasi rasa malas dan menghilangkannya menggunakan prinsip Kaizen. Dengan menerapkan prinsip dasar Kaizen, kita akan dapat melawan rasa malas dan meraih kesuksesan yang berkelanjutan.

Baca Juga: 5 Rahasia Makanan Penduduk Jepang! Bikin Panjang Umur dan Tetap Sehat Saat Usia Senja

Pernahkah kita bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan kita? Mengapa setiap kali kita mulai melakukan sesuatu dan kita mengerahkan semua upaya kita di awal, tapi setelah itu kita mulai kehilangan minat?

Hari demi hari, kita mulai menunda-nunda, kita mulai menambahkan tugas hari ini ke hari berikutnya, dan akhirnya menyerah untuk mencapai hal itu. Namun, dengan menerapkan prinsip Kaizen, kita bisa mengatasi rasa malas tersebut.

Dilansir dari kanal YouTube – qutu buqu, prinsip Kaizen berasal dari bahasa Jepang yang terdiri dari dua kata, "kai" yang berarti perubahan, dan "zen" yang berarti baik, sehingga dapat diartikan sebagai "perbaikan terus-menerus" atau "perbaikan berkelanjutan."

Baca Juga: 4 Cara Mengelola Keuangan Ala Orang Jepang, yang Terakhir Wajib Dilakukan

Konsep ini berfungsi pada ide bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat menghasilkan perbaikan besar dari waktu ke waktu.

Kaizen pada dasarnya adalah teknik Jepang yang juga dikenal sebagai prinsip 1 menit, di mana seseorang perlu melakukan aktivitas hanya selama satu menit setiap hari pada waktu yang sama.

Prinsip Kaizen awalnya diterapkan dalam dunia bisnis dan manufaktur, tetapi dapat dengan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mengatasi rasa malas.

Ini pertama kali diperkenalkan oleh Masaaki Imai, seorang ahli teori organisasi dan konsultan manajemen Jepang.

Awalnya, prinsip Kaizen ini digunakan untuk kemajuan sektor manajemen Jepang. Jadi, mungkin Anda bertanya, bagaimana Kaizen bisa membantu mengatasi kemalasan dan penundaan?

Misalkan seseorang ingin mencoba untuk melakukan tugas tertentu selama 30 menit setiap hari, namun sangat mungkin baginya untuk gagal setelah beberapa hari.

Baca Juga: 10 Resep Panjang Umur ala Orang Jepang, Rutin Terapkan Kebiasaan Ini

Alasan di balik ini adalah jumlah waktu yang ditetapkan. Memang, sangat sulit untuk melakukan tugas apa pun yang tidak kita minati untuk waktu yang cukup lama, seperti 30 menit.

Tetapi dengan teknik Kaizen, bahkan untuk orang yang paling malas sekalipun, tidak akan terlalu sulit untuk melakukannya karena hanya satu menit yang diperlukan untuk melakukan tugas tersebut.

Dilakukan setiap hari pada waktu yang sama, contohnya seseorang yang tidak suka berolahraga. Jika dia mulai berolahraga hanya selama satu menit setiap hari pada waktu yang sama, ini bisa menjadi aktivitas yang menarik untuk dilakukan karena hanya sebentar.

Jika dirasa sudah bosan, Anda bisa berhenti dan melanjutkannya keesokan harinya pada waktu yang sama. Contoh lainnya adalah jika Anda ingin membaca buku, tidak perlu membaca seluruh buku sekaligus. Cukup baca satu paragraf saja, namun lakukan itu setiap hari pada waktu yang sama.

Atau jika Anda ingin menjadi seorang penulis, tidak perlu langsung menulis sebuah buku yang besar. Mulailah dengan menuliskan monolog diri Anda setiap pagi, sore, atau sebelum tidur, sesuai dengan waktu yang tepat bagi Anda. Lakukan itu setiap hari pada waktu yang sama.

Baca Juga: Dikenal dengan Nama Kakeibo, Ini Tips Mengelola Uang ala Ibu-Ibu Jepang

Ketika kita menikmati sesuatu, kita tidak dapat menahan diri untuk melakukannya hanya sebentar saja. Kita pasti akan meningkatkan batas waktu itu hari demi hari. Inilah keajaiban dari Kaizen.

Aturan satu menit ini sebenarnya hanya untuk menipu otak kita. Jika kita melakukannya dalam waktu yang lama, otak kita akan merasa malas dari awal. Namun, jangan berharap hasil yang instan setelah hanya melakukan ini dua atau tiga kali. Ini adalah proses yang memerlukan waktu.

Masaaki Imai pernah berkata, pesan dari strategi Kaizen adalah bahwa tidak ada satu hari pun yang berlalu tanpa perbaikan yang dilakukan dalam suatu tugas.

Ini artinya penting untuk melakukan perbaikan terus-menerus, meskipun hanya dalam skala kecil, setiap hari. Tidak ada alasan untuk tidak berusaha melakukan perbaikan, bahkan jika hanya dalam bentuk yang kecil atau sederhana.

Baca Juga: Dikenal dengan Nama Kakeibo, Ini Tips Mengelola Uang ala Ibu-Ibu Jepang

Dengan menerapkan perbaikan kecil secara konsisten, secara bertahap akan terjadi peningkatan yang signifikan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Prinsip ini mendorong kita untuk mengadopsi sikap proaktif dalam melakukan perbaikan tambahan dalam kehidupan pribadi, profesional, maupun di lingkungan kerja.

Kaizen adalah solusi yang terbukti untuk menghilangkan penundaan. Seseorang sangat perlu menambahkan Kaizen ke dalam hidupnya untuk meningkatkan berbagai hal penting dalam kehidupan. Orang Jepang terus berlatih Kaizen dan mendapatkan hasilnya. Ini adalah cara ideal untuk menjalani kehidupan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kaizen
# malas
# Prinsip
# Gaya Hidup
# Jepang

News Update

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.