AYOJAKARTA.COM - Imlek yang jatuh pada tanggal 22 Januari 2023 dalam kalender masehi disambut meriah oleh semua kalangan terutama bagi orang berdarah Tionghoa karena Imlek itu sendiri merupakan tahun baru China.
Menjelang Imlek banyak persiapan yang dilakukan oleh warga yang merayakannya.
Mulai dari menghias rumah dan klenteng dengan aksesoris Imlek sampai tak luput adalah membuat atau membeli kue keranjang untuk santapan keluarga atau untuk hantaran yang dikirim ke sanak keluarga.
Menurut Wikipedia, kue keranjang atau dodol China adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket.
Baca Juga: Bukan Gong Xi Fa Cai, Begini Harusnya Ucapan Untuk Tahun Baru Imlek!
Kue ini merupakan salah satu kue khas atau wajib perayaan tahun baru Imlek, walaupun tidak di Beijing pada suatu saat.
Kue keranjang ini mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, tujuh hari menjelang tahun baru Imlek dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek.
Sebagai sesaji, kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah tahun baru Imlek).
Kue ini awalnya ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku.
Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.
Kue keranjang diproduksi di banyak kota termasuk Yogyakarta. Menjelang Imlek, banyak penjual kue tradisional menjajakan kue keranjang ini bahkan toko oleh-oleh pun menyajikan kue keranjang ini.
Meninjau Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, produsen kue keranjang disibukkan dengan permintaan yang meningkat
Seperti salah satu produsen kue keranjang di Kota Yogyakarta yang digeluti Sulistyowati (77) di Jalan Tukangan, Tegalpanggung Danurejan.
Pesanan kue keranjang datang silih berganti terutama dua minggu sebelum Tahun Baru Imlek.
Baca Juga: Resep Kue Keranjang Khas Tahun Baru Imlek, Cara Mudah dan Murah Membuatnya
“Menjelang satu minggu ini meningkat. Permintaan bisa (meningkat) 50 persen,” kata Sulistyowati, ditemui wartajogjakota di sela produksi kue keranjang, Jumat (13/1/2023).
Dia menyebut dalam sehari rata-rata memproduksi sekitar 200 kue keranjang. Setiap produksi kue keranjang dia membutuhkan sekitar 75 kg tepung ketan dan 75 kg gula pasir. Untuk menjaga kualitas rasa kue keranjang, Sulistyowati menggunakan bahan ketan yang berkualitas. “Saya dari beras (ketan) digilingkan. Beras (ketan) beli yang bagus (kualitasnya),” imbuhnya.
Sulistyowati meneruskan pembuatan kue keranjang yang dirintis ayahnya Siauw Boen Tjaw seorang pendatang dari Tiongkok sekitar 65 tahun lalu. Sebagai generasi kedua, kini dia dan adiknya Sianywati (74) hanya memproduksi kue keranjang bermerk Lampion itu ketika menjelang Imlek. Biasanya sekitar 2 minggu sebelum Tahun Baru imlek.
Kue Keranjang sampai saat ini menjadi makanan yang bayak dicari saat perayaan Imlek. ***

Share this article
kue keranjang atau dodol China adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket.