AYOJAKARTA.COM – Dalam perjalanan menuju produktivitas yang lebih tinggi, seringkali kita dihadapkan pada tantangan rasa malas.
Namun, ada sebuah prinsip yang dapat menjadi solusi bagi masalah ini, yaitu prinsip Kaizen. Dengan menerapkan prinsip Kaizen, kita dapat melawan rasa malas dan mencapai tingkat produktivitas yang lebih baik.
Dalam artikel ini, kita akan membahas cara mengatasi rasa malas dan menghilangkannya menggunakan prinsip Kaizen. Dengan menerapkan prinsip dasar Kaizen, kita akan dapat melawan rasa malas dan meraih kesuksesan yang berkelanjutan.
Baca Juga: 5 Rahasia Makanan Penduduk Jepang! Bikin Panjang Umur dan Tetap Sehat Saat Usia Senja
Pernahkah kita bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan kita? Mengapa setiap kali kita mulai melakukan sesuatu dan kita mengerahkan semua upaya kita di awal, tapi setelah itu kita mulai kehilangan minat?
Hari demi hari, kita mulai menunda-nunda, kita mulai menambahkan tugas hari ini ke hari berikutnya, dan akhirnya menyerah untuk mencapai hal itu. Namun, dengan menerapkan prinsip Kaizen, kita bisa mengatasi rasa malas tersebut.
Dilansir dari kanal YouTube – qutu buqu, prinsip Kaizen berasal dari bahasa Jepang yang terdiri dari dua kata, "kai" yang berarti perubahan, dan "zen" yang berarti baik, sehingga dapat diartikan sebagai "perbaikan terus-menerus" atau "perbaikan berkelanjutan."
Baca Juga: 4 Cara Mengelola Keuangan Ala Orang Jepang, yang Terakhir Wajib Dilakukan
Konsep ini berfungsi pada ide bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat menghasilkan perbaikan besar dari waktu ke waktu.
Kaizen pada dasarnya adalah teknik Jepang yang juga dikenal sebagai prinsip 1 menit, di mana seseorang perlu melakukan aktivitas hanya selama satu menit setiap hari pada waktu yang sama.
Prinsip Kaizen awalnya diterapkan dalam dunia bisnis dan manufaktur, tetapi dapat dengan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mengatasi rasa malas.
Ini pertama kali diperkenalkan oleh Masaaki Imai, seorang ahli teori organisasi dan konsultan manajemen Jepang.
Awalnya, prinsip Kaizen ini digunakan untuk kemajuan sektor manajemen Jepang. Jadi, mungkin Anda bertanya, bagaimana Kaizen bisa membantu mengatasi kemalasan dan penundaan?
Misalkan seseorang ingin mencoba untuk melakukan tugas tertentu selama 30 menit setiap hari, namun sangat mungkin baginya untuk gagal setelah beberapa hari.
Baca Juga: 10 Resep Panjang Umur ala Orang Jepang, Rutin Terapkan Kebiasaan Ini
Alasan di balik ini adalah jumlah waktu yang ditetapkan. Memang, sangat sulit untuk melakukan tugas apa pun yang tidak kita minati untuk waktu yang cukup lama, seperti 30 menit.
Tetapi dengan teknik Kaizen, bahkan untuk orang yang paling malas sekalipun, tidak akan terlalu sulit untuk melakukannya karena hanya satu menit yang diperlukan untuk melakukan tugas tersebut.
Dilakukan setiap hari pada waktu yang sama, contohnya seseorang yang tidak suka berolahraga. Jika dia mulai berolahraga hanya selama satu menit setiap hari pada waktu yang sama, ini bisa menjadi aktivitas yang menarik untuk dilakukan karena hanya sebentar.
Jika dirasa sudah bosan, Anda bisa berhenti dan melanjutkannya keesokan harinya pada waktu yang sama. Contoh lainnya adalah jika Anda ingin membaca buku, tidak perlu membaca seluruh buku sekaligus. Cukup baca satu paragraf saja, namun lakukan itu setiap hari pada waktu yang sama.
Atau jika Anda ingin menjadi seorang penulis, tidak perlu langsung menulis sebuah buku yang besar. Mulailah dengan menuliskan monolog diri Anda setiap pagi, sore, atau sebelum tidur, sesuai dengan waktu yang tepat bagi Anda. Lakukan itu setiap hari pada waktu yang sama.
Baca Juga: Dikenal dengan Nama Kakeibo, Ini Tips Mengelola Uang ala Ibu-Ibu Jepang
Ketika kita menikmati sesuatu, kita tidak dapat menahan diri untuk melakukannya hanya sebentar saja. Kita pasti akan meningkatkan batas waktu itu hari demi hari. Inilah keajaiban dari Kaizen.
Aturan satu menit ini sebenarnya hanya untuk menipu otak kita. Jika kita melakukannya dalam waktu yang lama, otak kita akan merasa malas dari awal. Namun, jangan berharap hasil yang instan setelah hanya melakukan ini dua atau tiga kali. Ini adalah proses yang memerlukan waktu.
Masaaki Imai pernah berkata, pesan dari strategi Kaizen adalah bahwa tidak ada satu hari pun yang berlalu tanpa perbaikan yang dilakukan dalam suatu tugas.
Ini artinya penting untuk melakukan perbaikan terus-menerus, meskipun hanya dalam skala kecil, setiap hari. Tidak ada alasan untuk tidak berusaha melakukan perbaikan, bahkan jika hanya dalam bentuk yang kecil atau sederhana.
Baca Juga: Dikenal dengan Nama Kakeibo, Ini Tips Mengelola Uang ala Ibu-Ibu Jepang
Dengan menerapkan perbaikan kecil secara konsisten, secara bertahap akan terjadi peningkatan yang signifikan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Prinsip ini mendorong kita untuk mengadopsi sikap proaktif dalam melakukan perbaikan tambahan dalam kehidupan pribadi, profesional, maupun di lingkungan kerja.
Kaizen adalah solusi yang terbukti untuk menghilangkan penundaan. Seseorang sangat perlu menambahkan Kaizen ke dalam hidupnya untuk meningkatkan berbagai hal penting dalam kehidupan. Orang Jepang terus berlatih Kaizen dan mendapatkan hasilnya. Ini adalah cara ideal untuk menjalani kehidupan.***

Share this article
Dengan menerapkan prinsip dasar Kaizen, kita dapat melawan rasa malas dan meraih kesuksesan yang berkelanjutan.