AYOJAKARTA.COM - Kebiasaan adalah perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang tanpa melalui proses berpikir dan merupakan respon terhadap sesuatu yang umumnya adalah perbuatan sehari-hari.
Setiap manusia memiliki kebiasaannya masing-masing, kebiasaan itu bisa terpetakan dalam dua hal, yakni baik dan buruk.
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Sherly Annavita Rahmi pada Selasa (5/9/2023), Stephen R. Covey dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People memaparkan kepada pembacanya ada tujuh kebiasaan manusia yang bisa dipraktikkan agar hidup bisa lebih produktif dan efektif.
Secara garis besar terbagi menjadi tiga golongan yakni kebiasaan yang berhubungan dengan diri sendiri, kebiasaan yang berhubungan dengan orang lain serta kebiasaan untuk mengembangkan keahlian diri.
Baca Juga: 5 Alasan Kamu Perlu Istirahat saat Bekerja, Salah Satunya Baik untuk Ingatan
Kebiasaan yang berhubungan dengan diri sendiri
1. Proaktif
Ketika kita menginginkan kesuksesan dalam karier, maka kita dituntut untuk proaktif menentukan apa yang ingin dicapai, kemudian menyusun cara apa saja yang bisa dilakukan agar tujuan tersebut dapat tercapai.
Keinginan, cita-cita ataupun tujuan yang ingin dicapai harus dibarengi dengan usaha, tidak bisa hanya diam duduk manis menunggu datangnya kesuksesan, harus ada upaya proaktif yang dilakukan agar sampai pada tujuan.
Orang yang proaktif biasanya sangat mengenali yang namanya rasa tanggung jawab.
Mereka tidak menyalahkan keadaan, kondisi atau pengkondisian untuk perilaku mereka.
Perilaku mereka adalah produk dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai dan bukan produk dari kondisi mereka.
Baca Juga: 5 Strategi Menyelesaikan Masalah yang Terbukti Efektif di Setiap Situasi
2. Menentukan tujuan yang ingin dituju
Dengan menentukan tujuan yang ingin dituju, kita akan memilah langkah yang akan ditempuh.
Apakah langkah tersebut akan membantu kita mencapai tujuan atau tidak.
Jika tidak, sebaiknya tinggalkan dan cari langkah atau perbuatan yang lebih efektif untuk mencapai tujuan.
Intinya dengan menentukan tujuan di awal itu akan meminimalisasi langkah yang tidak perlu untuk mencapai tujuan.
Baca Juga: Mau Tahu Kepribadian MBTI Kamu, dan Artinya Apa? Yuk Cek di Sini
3. Dahulukan yang menjadi prioritas
Buatlah daftar pekerjaan yang penting untuk dilakukan setiap minggunya dan lakukan review harian pada daftar tersebut.
Selalu utamakan hal-hal yang paling penting untuk dilakukan.
Stephen Covey menyebutnya “batu-batu besar”.
Bayangkan sebuah ember, di mana ember adalah tempat kita menempatkan kegiatan, sedangkan batu diasumsikan sebuah kegiatan.
Ada batu-batu besar dan ada batu-batu kecil atau kita menyebutnya kerikil.
Untuk memenuhi ember dengan batu-batu tersebut kita akan mengutamakan batu-batu besar untuk dimasukkan ke dalam ember terlebih dahulu, kemudian mengisi ruang-ruang kosong dengan kerikil.
Apabila kita memasukkan kerikil terlebih dahulu, maka batu-batu besar tersebut kemungkinan tidak bisa masuk ke dalam ember, mungkin saja bisa, tapi tidak bisa semua.
Dari perumpamaan tersebut di atas, Stephen R. Covey menggambarkan bahwa kita harus mementingkan yang menjadi prioritas terlebih dahulu.
Prioritas adalah yang memiliki dampak besar terhadap tujuan kita, yang menjadi target terdekat dan bisa jadi berpengaruh bagi orang banyak.
Kebiasaan yang Berhubungan dengan Orang Lain
4. Berpikir Menang-menang
Pola pikir menang-menang adalah pola pikir yang memperhatikan semua pihak.
Tidak hanya berpikir terhadap satu sisi ego, tapi memenangkan banyak ego.
Kerangka pikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang terus-menerus mencari keuntungan bersama dalam semua interaksi manusia.
Hal ini menunjukkan dengan solusi menang/menang (win-win solution), semua pihak merasa senang dengan keputusannya dan merasa terikat dengan rencana tindakannya.
Menang/menang melihat kehidupan sebagai arena yang kooperatif, bukan kompetitif.
5. Berusaha mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti
Kebiasaan buruk kita adalah ingin dimengerti orang lain.
Berusaha mengerti terlebih dahulu merupakan perubahan paradigma yang sangat mendalam.
Kebiasaan berusaha mengerti terlebih dahulu juga berlaku di lingkungan kerja dengan rekan-rekan kerja.
Sebelum kita melontarkan ide ke dalam forum ada baiknya jika kita memahami ide-ide dan kepentingan rekan kita yang lain.
Jika kita terlatih dengan kebiasaan ini, kita akan merasa semua orang akan dengan senang hati mendengarkan dan menerima kita.
Baca Juga: 5 Tips Sukses Lolos Seleksi Kampus Luar Negeri, Tak Hanya Mampu dan Pintar Berbahasa Inggris
6. Sinergi
Saran Stephen R. Covey untuk memiliki kebiasaan membangun sinergi didasarkan pada pemahaman bahwa sangat penting untuk bekerja bersama tim dari berbagai latar belakang secara harmonis.
Latar belakang berbeda akan memberikan ide yang lebih beragam yang akan membuka jalan bagi solusi yang lebih kreatif dan menguntungkan.
Baca Juga: Cara Mudah Cek WhatsApp Apakah Disadap atau Tidak, Bisa Juga untuk Cek WA Bisnis
Kebiasaan untuk Mengembangkan Keahlian Diri
7. Asahlah Gergaji
Kebiasaan ini akan membantu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita.
Stephen Covey menggambarkan kebiasaan ini dengan ilustrasi seseorang yang sedang menggergaji sebatang pohon besar.
Berjam-jam ia menggergaji, tanpa ada kemajuan yang berarti.
Tapi ia terus saja menggergaji, tanpa berhenti, tanpa hasil dan tanpa menyadari bahwa gergajinya telah tumpul.
Jika saja ia mengambil waktu untuk mengasah gergajinya, tentunya ia akan lebih mudah dan cepat menebang pohon yang sedang ia gergaji.
Mengasah gergaji adalah tentang liburan, melakukan hal-hal menyenangkan, mengerjakan hobi dan semua hal yang membantu kita mendapatkan kesegaran dan semangat baru dalam melakukan pekerjaan.***

Share this article
Berikut ini tujuh kebiasaan orang sukses yang wajib ditiru agar hidupmu lebih produktif dan efektif.