5 Jenis Self Care yang Bisa Merusak Mental, Toxic Positivity Salah Satunya, Apa Itu?

Illustrasi. 5 Jenis Self Care yang Bisa Merusak Mental, Toxic Positivity Salah Satunya, Apa Itu?
Illustrasi. 5 Jenis Self Care yang Bisa Merusak Mental, Toxic Positivity Salah Satunya, Apa Itu?

AYOJAKARTA.COM - Self care merupakan aktivitas yang memiliki tujuan untuk menjaga dan meningkatkan fisik serta mental seseorang.

Lantas, bagaimana jika ternyata self care yang dilakukan selama ini malah merusak mental yang dimiliki?

Istilah self care belakangan ini menjadi semakin marak digunakan oleh kebanyakan masyarakat.

Hal ini karena saat ini masyarakat sudah semakin sadar untuk selalu memprioritaskan kesehatan fisik, mental serta emosional yang dimiliki.

Baca Juga: Mengungkap Perbedaan Hal yang Tidak Disukai Tiap Golongan Darah, Benarkah Tipe A Tidak Suka Ditegur di Depan Umum?

Namun sayangnya, tidak semua self care ini bisa memberikan dampak yang positif bagi mental seseorang.

Ada beberapa jenis self care yang apabila dilakukan justru bisa merusak mental yang dimiliki. Apa saja sih jenis self care yang bisa merusak tersebut?

Dikutip dari akun Instagram @satupersenofficial, berikut ini 5 jenis self care yang ternyata bisa merusak mental kamu loh.

1. Toxic positivity

Self care pertama yang justru bisa merusak mental yang kamu miliki yaitu selalu melakukan toxic positivity.

Toxic positivity merupakan suatu kondisi di mana kamu dipaksa untuk selalu positif dan mengabaikan setiap emosi negatif yang hadir.

Padahal yang seharusnya dilakukan yaitu tidak boleh menekan atau mengabaikan setiap emosi yang hadir, baik yang negatif maupun yang positif.

Selalu positif bisa menjadi racun karena hal tersebut membuat kamu selalu mempermalukan dan menyalahkan diri sendiri atas emosi yang kamu rasakan.

Kamu tidak harus mempertahankan pola pikir yang positif setiap saat. yang justru harus kamu lakukan yaitu menerima dan mengakui seluruh emosi yang hadir.

Bukan malah sebaliknya dengan menyangkal dan menutupi emosi negatif.

Baca Juga: Debat Capres Pertama Akan Digelar Besok 12 Desember 2023: Ini Jadwal, Tema, Moderator, dan 11 Panelisnya

2. Self indulgence

Jenis self care kedua yang justru membuat mental kamu jadi rusak yaitu dengan melakukan self indulgence.

Self indulgence merupakan sebuah kondisi di mana kamu selalu memanjakan diri dengan bersikap egois yang berlebihan dengan alasan untuk memprioritaskan diri sendiri.

Self care jenis ini akan berubah jadi hedonisme dan membuat kamu jadi semakin egois.Padahal self care dan self indulgence memiliki perbedaan tersendiri.

Apabila kamu terlalu fokus pada diri sendiri, maka hal ini justru bisa menghambat pertumbuhan kamu.

Sehingga hal ini bisa membuat kamu jadi lebih egois, kurang disiplin, hedonistik hingga merasa tidak puas.

3. Bed rotting

Jenis self care selanjutnya yang justru membuat mental akmu rusak yaitu selalu melakukan bed rotting.

Apa itu bed roting? Merupakan sebuah kondisi di mana kamu menghabiskan waktu berlebihan di tempat tidur dan mengabaikan semua tanggung jawab dengan menggunkaan istirahat sebagai alasan.

Melakukan bed rotting dalam waktu yang lama bisa membuat kamu mengalami penurunan motivasi, produktivitas dan juga perasaan yang begtu stagnan.

Maka dari itu sangat penting untuk bisa menciptakan keseimbangan antara istirahat dengan aktivitas yang bertujuan untuk pertumbuhan pribadi, mencapai tujuan dan kepuasan.

Baca Juga: Dapat Dukungan dari Beragam Kalangan, Jessica Wongso Tulis Surat dan Ungkap Harapan untuk Masyarakat Indonesia

4. Dopamine detox

Salah satu jenis self care yang justru bisa merusak mental yaitu selalu melakukan dopamine detox.

Dopamine detox merupakan sebuah cara untuk menghindari aktivitas yang membuat senang dengan harapan otak akan lebih sensitif terhadap kesenangan.

Namun sayangnya, jika dopamine detox ini dilakukan dengan cara yang berlebihan justru bisa membuat kamu merasa kesepian dan bosan.

Maka dari itu, dari pada melakukan dopamine detox alangkah baiknya untuk bisa tetap merasakan kenikmatan dengan melakukan cara yang sehat seperti olahraga hingga meditasi.

5. Over reliance on self help

Over reliance on self help menjadi salah satu jenis self care yang justru bisa merusak mental yang kamu miliki.

Istilah ini merupakan sebuah sebutan di mana kamu selalu konsumsi konten self help secara berlebihan.

Namun sayangnya, konsumsi konsten self help yang berlebihan ini justru akan membuat kamu merasa kewalahan dan membuat kamu terobasesi untuk terus memperbaiki diri.

Itulah tadi informasi mengenai 5 jenis self care yang justru bisa merusak mental yang kamu miliki. Semoga bermanfaat.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# bed rotting
# Self Indulgence
# Dopamine Detox
# self care
# merusak mental
# Toxic Positivity
# kesehatan fisik
# mental

News Update

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.