AYOJAKARTA.COM - Self care merupakan aktivitas yang memiliki tujuan untuk menjaga dan meningkatkan fisik serta mental seseorang.
Lantas, bagaimana jika ternyata self care yang dilakukan selama ini malah merusak mental yang dimiliki?
Istilah self care belakangan ini menjadi semakin marak digunakan oleh kebanyakan masyarakat.
Hal ini karena saat ini masyarakat sudah semakin sadar untuk selalu memprioritaskan kesehatan fisik, mental serta emosional yang dimiliki.
Namun sayangnya, tidak semua self care ini bisa memberikan dampak yang positif bagi mental seseorang.
Ada beberapa jenis self care yang apabila dilakukan justru bisa merusak mental yang dimiliki. Apa saja sih jenis self care yang bisa merusak tersebut?
Dikutip dari akun Instagram @satupersenofficial, berikut ini 5 jenis self care yang ternyata bisa merusak mental kamu loh.
1. Toxic positivity
Self care pertama yang justru bisa merusak mental yang kamu miliki yaitu selalu melakukan toxic positivity.
Toxic positivity merupakan suatu kondisi di mana kamu dipaksa untuk selalu positif dan mengabaikan setiap emosi negatif yang hadir.
Padahal yang seharusnya dilakukan yaitu tidak boleh menekan atau mengabaikan setiap emosi yang hadir, baik yang negatif maupun yang positif.
Selalu positif bisa menjadi racun karena hal tersebut membuat kamu selalu mempermalukan dan menyalahkan diri sendiri atas emosi yang kamu rasakan.
Kamu tidak harus mempertahankan pola pikir yang positif setiap saat. yang justru harus kamu lakukan yaitu menerima dan mengakui seluruh emosi yang hadir.
Bukan malah sebaliknya dengan menyangkal dan menutupi emosi negatif.
2. Self indulgence
Jenis self care kedua yang justru membuat mental kamu jadi rusak yaitu dengan melakukan self indulgence.
Self indulgence merupakan sebuah kondisi di mana kamu selalu memanjakan diri dengan bersikap egois yang berlebihan dengan alasan untuk memprioritaskan diri sendiri.
Self care jenis ini akan berubah jadi hedonisme dan membuat kamu jadi semakin egois.Padahal self care dan self indulgence memiliki perbedaan tersendiri.
Apabila kamu terlalu fokus pada diri sendiri, maka hal ini justru bisa menghambat pertumbuhan kamu.
Sehingga hal ini bisa membuat kamu jadi lebih egois, kurang disiplin, hedonistik hingga merasa tidak puas.
3. Bed rotting
Jenis self care selanjutnya yang justru membuat mental akmu rusak yaitu selalu melakukan bed rotting.
Apa itu bed roting? Merupakan sebuah kondisi di mana kamu menghabiskan waktu berlebihan di tempat tidur dan mengabaikan semua tanggung jawab dengan menggunkaan istirahat sebagai alasan.
Melakukan bed rotting dalam waktu yang lama bisa membuat kamu mengalami penurunan motivasi, produktivitas dan juga perasaan yang begtu stagnan.
Maka dari itu sangat penting untuk bisa menciptakan keseimbangan antara istirahat dengan aktivitas yang bertujuan untuk pertumbuhan pribadi, mencapai tujuan dan kepuasan.
4. Dopamine detox
Salah satu jenis self care yang justru bisa merusak mental yaitu selalu melakukan dopamine detox.
Dopamine detox merupakan sebuah cara untuk menghindari aktivitas yang membuat senang dengan harapan otak akan lebih sensitif terhadap kesenangan.
Namun sayangnya, jika dopamine detox ini dilakukan dengan cara yang berlebihan justru bisa membuat kamu merasa kesepian dan bosan.
Maka dari itu, dari pada melakukan dopamine detox alangkah baiknya untuk bisa tetap merasakan kenikmatan dengan melakukan cara yang sehat seperti olahraga hingga meditasi.
5. Over reliance on self help
Over reliance on self help menjadi salah satu jenis self care yang justru bisa merusak mental yang kamu miliki.
Istilah ini merupakan sebuah sebutan di mana kamu selalu konsumsi konten self help secara berlebihan.
Namun sayangnya, konsumsi konsten self help yang berlebihan ini justru akan membuat kamu merasa kewalahan dan membuat kamu terobasesi untuk terus memperbaiki diri.
Itulah tadi informasi mengenai 5 jenis self care yang justru bisa merusak mental yang kamu miliki. Semoga bermanfaat.***

Share this article
Self care merupakan aktivitas yang memiliki tujuan untuk menjaga dan meningkatkan fisik serta mental seseorang.