AYOJAKARTA.COM – Trauma merupakan suatu tanggapan emosional tubuh atas suatu peristiwa yang tidak menyenangkan atau bahkan mengerikan.
Trauma bisa disebabkan karena berbagai situasi atau pun peristiwa, seperti kematian, kecelakaan, kebakaran, bencana alam, pelecehan hingga pemerkosaan.
Seseorang yang memiliki pengalaman trauma tidak semuanya dapat menceritakan kondisi diri yang dialami, tetapi bisa terlihat melalui perilaku.
Menurut Dokter Vivi Syarif dalam unggahan Instagram-nya, seseorang yang memiliki trauma biasanya akan menampakkan sejumlah perubahan perilaku.
Baca Juga: 5 Tipe Orang yang Bisa Memicu Trauma Masa Kecil Kamu, Pernah Menemukannya?
Pertama, seorang yang belum tuntas dengan pengalaman trauma akan berubah menjadi seorang people pleasing atau menyenangkan orang lain.
Seorang yang memiliki trauma cenderung akan tampil dan berperan sebagai layaknya seorang penyelamat atau rescuer.
Kedua, orang dengan pengalaman trauma juga berusaha untuk kabur atau menghindar dari persoalan yang seharusnya dihadapi.
Saat harus dihadapkan pada situasi terjebak menyangkut pengalamannya; seorang dengan luka trauma akan memilih bersifat defensif.
Baca Juga: Tes Psikologi: Pilih Satu Coretan pada Gambar dan Lihat Trauma Masa Lalu Apa yang Menghantui Kamu
Pertanyaan sederhana yang disampaikan orang lain, bagi orang dengan luka trauma akan berakhir seperti sedang tersambar petir.
Orang dengan luka trauma akan dengan sangat keras menolak kritik dan masukan, karena merasa dirinya sedang diserang.
Tanda keempat dari seseorang yang mengalami trauma adalah tidak bisa berpikir dengan jernih sehingga membuahkan keputusan keliru, atau pikiran menjadi blank.
Perilaku kelima yang ditunjukkan seseorang dengan pengalaman luka trauma adalah tidak berfungsinya emosi atau tumpul.
Trauma atas suatu peristiwa, akan menjadikan seseorang tidak terhubung dengan kehidupan di sekitar dan merasa tumpul emosi serta merasa asing dengan diri sendiri.
Tanda ketujuh dari perilaku seseorang yang mengalami trauma adalah terus menerus merasa menjadi korban.
Seseorang dengan trauma akan memberikan label ke diri sendiri sebagai korban dari suatu keadaan, sehingga harus selalu mendapat perhatian.
Penolakan yang diberikan orang lain, atau gagal mendapatkan keinginan akan disikapi orang dengan luka trauma sebagai bentuk ketidakpedulian.
Tanda kedelapan dari seseorang yang memiliki trauma, adalah adanya perilaku yang super mandiri atau tidak merasa membutuhkan orang lain.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Terlalu Mandiri Akibat Trauma, Ingat Berlebihan Itu Tidak baik!
Tanda berikutnya dari orang yang memiliki trauma ditunjukkan dengan perubahan perilaku sehingga menjadi individu jahat.
Kritik pedas, hinaan, perundungan dan segala hal yang tidak menunjukkan rasa hormat dan empati akan menjadi bagian dari perilaku seseorang dengan luka trauma.
Tanda kesepuluh dari seseorang yang memiliki trauma adalah selalu berusaha sibuk atau sengaja menyibukkan diri setiap waktu.
Dikatakan, menghubungi profesional dan mencoba melakukan upaya pemulihan diri dari trauma, merupakan hal penting untuk dilakukan demi perkembangan diri. ***

Share this article
Menurut Dokter Vivi Syarif, seseorang yang memiliki trauma biasanya akan menampakkan sejumlah perubahan perilaku.