AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.
Kembali naiknya kasus Covid-19 di Indonesia membuat Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk melengkapi vaksinasi di tengah kasus yang kembali melonjak.
Di sisi lain sebelumnya saat Covid-19 sedang marak-maraknya mewabah di berbagai negara, banyak berita seputar adanya hubungan jenis golongan darah dengan kemungkinan paling rentan terinfeksi Covid.
Baca Juga: 5 Tips Menghargai Diri Sendiri agar Kamu Jadi Lebih Bahagia, Yuk Lakukan Sekarang
Berdasarkan penelitian di China yang melibatkan beberapa rumah sakit seperti Wuhan Jinyintan Hospital, Renmin Hospital of Wuhan University, dan Shenzhen’s Third People's Hospital.
Wuhan memiliki 3.694 penduduk yang terbagi menjadi empat tipe golongan darah, yakni golongan darah A sebanyak 32.16 persen, golongan darah B sebanyak 24,9 persen, golongan darah AB sebanyak 9,10 persen dan golongan darah O sebanyak 33,84 persen.
Dari sebanyak 1.775 pasien Covid-19 di Wuhan Yinyintal Hospital pada saat itu dengan berbagai tipe golongan darah dan didapatkan presentasi sebagai berikut.
- Pasien Covid-19 golongan darah A : 37,75 persen
- Pasien Covid-19 golongan darah B : 26,42 persen
- Pasien Covid-19 golongan darah AB : 10,03 persen
- Pasien Covid-19 golongan darah O : 25,80 persen
Dikutip Ayojakarta.com dari unggahan Instagram @beranisehatcom pada Selasa 26 Desember 2023, secara signifikan proporsi golongan darah A pada pasien Covid-19 lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi golongan darah A pada populasi.
Baca Juga: Rincian Biaya UKT Fakultas Kedokteran di TOP 5 PTN Terbaik Indonesia, Paling Murah Rp0
Sementara proporsi golongan darah O pada pasien Covid-19 secara signifikan lebih rendah dibanding dengan proporsi golongan darah O pada populasi. Hal yang serupa juga diungkapkan kedua rumah sakit lainnya.
Adapun berdasarkan penelitian di Hongkong, staf rumah sakit bergolongan darah O memiliki risiko lebih rendah terinfeksi SARS-CoV dibandingkan dengan staf rumah sakit dengan golongan darah selain O.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Dikatakan bahwa antibodi anti A menghambat adhesi antara protein pada SARS-CoV.
Selain itu protein membran ACE-2 (angiotensin converting enzyme 2) yang terdapat pada beberapa organ tubuh.
Hal ini diduga berkaitan dengan kerentanan golongan darah A yang memiliki risiko terinfeksi Covid-19, apalagi virus SARS-Cov serupa dengan SARS-CoV-2.
Maka dari itu bisa dikatakan bahwa orang dengan golongan darah A membutuhkan perlindungan yang lebih kuat dibanding golongan darah lainnya untuk mengurangi risiko terinfeksi Covid-19.
Namun dikatakan bahwa penelitian ini masih berupa hipotesis sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut yang lebih akurat.***

Share this article
Dari sebanyak 1.775 pasien Covid-19 di Wuhan Yinyintal Hospital pada saat itu dengan berbagai tipe golongan darah dan didapatkan presentasi