AYOJAKARTA.COM – Seringkali persoalan hidup yang dialami seseorang, bukan datang dari luar diri melainkan karena ketidak pahaman terhadap diri sendiri sehingga overthinking.
Overthinking atau kebiasaan memikirkan segala sesuatu secara berlebihan dan terus-menerus merupakan perusak kebahagiaan hidup setiap orang.
Seseorang yang overthinking akan menjadi pribadi mudah galau atas sesuatu yang belum benar-benar terjadi di masa depan atau bahkan sudah terlewat di masa lalu.
Ketidaknyamanan yang timbul karena merasa terjebak pada kedua hal tersebut membuat seseorang lupa akan momen saat ini.
Untuk bisa mengurangi overthinking, setiap individu perlu menyadari dan mengidentifikasi hal-hal yang berada di dalam kendali dan berada di luar kendali diri.
Dengan memahami dan menyadari dua aspek penentu dan potensi pencetus lahirnya overthinking, seseorang akan berkesempatan menjadi lebih bahagia.
Baca Juga: Kepribadian Orang dari Sayur Kesukaannya, Ternyata Kalau Suka Wortel Bisa Diandalkan dan Tegas
Agar selangkah lebih dekat dengan gerbang kebahagiaan, berikut ini adalah hal-hal yang berada di dalam kendali diri setiap pribadi.
Hal pertama yang berada di dalam kendali diri adalah respon atau tanggapan diri atas sesuatu permasalahan.
Saat permasalahan perlu dijelaskan dengan kata-kata, maka hal selanjutnya yang dapat dikendalikan oleh setiap individu adalah cara seseorang berbicara.
Hal ketiga yang berada dalam kendali diri setiap pribadi adalah cara seseorang dalam menghabiskan energi serta perilakunya.
Selain keempat hal tersebut, situasi atau perilaku berikutnya yang dapat dikendalikan oleh setiap individu adalah batasan diri dan keputusan untuk memaafkan orang lain.
Dengan memegang teguh hal-hal dapat dikendalikan, maka seseorang tidak akan mudah goyah jika dihadapi dengan situasi yang Tidak dapat dikendalikan.
Berikut ini merupakan hal yang berada di luar kendali diri, dan tidak perlu direspon atau ditanggapi secara lebih sehingga menyebabkan seseorang jadi overthinking.
Selain masa lalu dan masa depan, hal yang tidak bisa dikendalikan oleh setiap orang adalah perasaan, pemikiran dan kepercayaan orang lain.
Setiap pribadi memiliki ruang kebutuhan dan permasalahan masing-masing, sehingga hal berikutnya yang tidak dapat dikendalikan adalah ucapan dan reaksi orang lain.
Karena itu penting bagi seluruh individu membuat suatu batasan diri baik ucapan dan sikap untuk bisa saling meng-amankan satu sama lain.
Dalam mengelaborasi atau menyeimbangkan peran sebagai makhluk sosial, penting bagi setiap pribadi untuk mampu memposisikan diri dimanapun berada.
Kemampuan membela atau mempertahankan batasan diri dari orang lain, merupakan salah satu tindakan pencegahan dari bahaya overthinking.

Share this article
Overthinking atau kebiasaan memikirkan segala sesuatu secara berlebihan dan terus-menerus merupakan perusak kebahagiaan hidup setiap orang.