AYOJAKARTA.COM - Memiliki peran atau mendapat bagian sebagaii agen perubahan peradaban, seorang mahasiswa perlu memiliki berbagai skill atau keahlian.
Meski seorang mahasiswa sudah terbiasa dengan konsep atau pemikiran fakultatif, namun kemampuan atau skill tetap perlu mengacu pada ide universal atau tidak terbatas.
Karena itu sangat penting bagi setiap mahasiswa, apapun jenis fakultas pilihannya bisa menguasai skill atau kemampuan dalam menulis.
Baca Juga: Suara PSI Melonjak Naik, Ade Armando Bantah Ada Cawe-cawe Jokowi
Disadari atau tidak, kemampuan seseorang dalam berbicara atau verbal tidak selalu sinergis atau sama dengan dengan kemampuan menulis.
Tidak sedikit mahasiswa yang terlihat sangat cerdas dan begitu kritis saat berbicara, namun ketika menyampaikannya secara tertulis kecerdasannya langsung terkikis.
Oleh sebab itu, salah satu kemampuan atau skill yang wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa adalah menulis.
Dengan berbekal kemampuan menulis baik yang bersifat keilmuan atau kesusastraan, seorang mahasiswa memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses dalam pendidikan.
Baca Juga: Sambut Ramadan, PNM Peduli Gelar Santunan Anak Yatim Serentak di Seluruh Cabang di Indonesia
Melalui pembuatan opini, cerita fiksi atau sejenisnya, seorang yang terbiasa menulis juga berpeluang untuk memiliki tambahan penghasilan.
Dari kemampuan menulis, seorang mahasiswa bukan saja berkesempatan menggagas suatu konsep pemikiran, tetapi juga menerjemahkannya menjadi tindakan.
Dalam proses pembuatan suatu konten, baik yang bersifat visual atau bahkan tekstual, proses awalnya selalu dimulai dengan langkah awal yaitu menulis.
Baca Juga: Mengenal INFJ, MBTI Paling Langka di Dunia Beserta Ciri-Cirinya, Apa Kamu Termasuk?
Mengingat menulis bagi seorang mahasiswa merupakan hal sangat penting, maka kemampuan tersebut perlu terus diasah dengan menerapkan langkah berikut.
Pertama adalah melakukan journaling atau membuat sejumlah halaman tulisan dengan rutin, mengenai hal apapun yang tersimpan di dalam pikiran.
Membuat sebuah journaling bukanlah mengacu kepada kesempurnaan hasil, melainkan melatih sinkronisasi dari pikiran menjadi teks sehingga menjadi lebih jernih.
Bagi sebagian orang proses ini tentu bukan perkara mudah, karena kebanyakan orang lebih mudah atau terbiasa berbicara ketika menyampaikan pikiran.
Metode kedua untuk meningkatkan kemampuan atau skill menulis bagi seorang mahasiswa adalah dengan mulai memberanikan diri bertanggung jawab atas tulisan yang telah dibuat.
Memproyeksikan gagasan dalam bentuk tulisan, perlu dilandasi dengan prinsip tanggung jawab karena hasil tulisan merupakan hasil pemikiran.
Dan seorang mahasiswa akan selalu dituntut untuk berani bertanggung jawab, bukan saja dari perkataan dan tindakan tetapi juga tulisan.
***
Proses selanjutnya yang perlu diasah seorang mahasiswa terkait dengan tulisan adalah mencari feedback atau umpan balik dari Mentor atau bahkan Publik.
Dengan mengedepankan sikap siap dikritik, seorang mahasiswa bukan saja membiasakan diri menerima masukan tetapi juga melatih kekuatan mental. ***

Share this article
Memiliki peran atau mendapat bagian sebagaii agen perubahan peradaban, seorang mahasiswa perlu memiliki berbagai skill atau keahlian.