AYOJAKARTA.COM - Seperti yang dilansir kanal Youtube Satu Persen - Indonesian Life School, ada banyak orang yang tidak bisa membedakan antara psikolog dan psikiater.
Mereka juga bingung memilih layanan kesehatan mental yang ada. Ujungnya mereka salah memilih layanan tenaga kesehatan yang tepat.
Perbedaan pertama antara psikolog dan psikiater adalah pendidikan dan gelar.
Psikolog menamatkan S1 psikologi kemudian melanjutkan program profesi psikolog klinis atau psikolog lainnya.
Baca Juga: 4 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh yang Perlu Kamu Tahu, Mengurangi Lemak Salah Satunya!
Psikiater menamatkan S1 kedokteran, kemudian melanjutkan program profesi dokter, dan terakhir melanjutkan ke pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa.
Karena psikolog bukan dokter, maka dalam menangani pasien, psikolog tidak menggunakan obat-obatan.
Sedangkan psikiater yang berlatar medis, biasanya menggunakan obat-obatan dalam menangani pasiennya.
Baca Juga: Tanpa Uang Pangkal, Daftar 6 PTN yang Membuka Seleksi Jalur Mandiri, UI dan UGM Ada dalam Daftar!
Psikolog akan menangani pasien dengan konsep abc (affective atau emosi; behavior atau perilaku, dan cognitive atau kognitif).
Meskipun menempuh pendekatan yang berbeda kepada pasien, kedua profesi ini sama-sama bisa memberikan diagnosis gangguan mental.
Lebih jauh, kedua profesi ini sebenarnya bisa bekerja sama dalam menangani gangguan mental.
Selain kedua profesi ini, masih ada lagi tenaga kesehatan mental lainnya, yakni social worker atau tenaga kerja sosial yang masih jarang ditemui di Indonesia.
Baca Juga: Muhammad Nuh Al-Azhar Yakinkan Hakim Soal CCTV Tidak Diedit, Rismon Sianipar: Padahal Sebaliknya
Di luar negeri ada jurusan kuliah social work, yang mungkin padanannya di Indonesia adalah jurusan kesejahteraan sosial.
Tenaga kerja sosial ini bisa menangani konseling sederhana, dan menangani masalah kesehatan mental pada orang-orang tertentu, seperti korban bencana, orang dari latar ekonomi yang rendah, dan sebagainya.
Selain tenaga kerja sosial, ada juga profesi konselor yang berlatar pendidikan S1 bimbingan dan konseling.
Baca Juga: Yess! BLT Mitigasi Risiko Pangan Sudah Ada Jadwal Cairnya, Cair Rp600 Ribu Melalui PT Pos Indonesia
Seorang konselor bisa menangani konseling sederhana non-klinis. Mereka tidak dibekali dengan kemampuan diagnosis, tapi bisa melaksanakan konseling.
Nah, jelas kan? Ternyata ada banyak tenaga kesehatan mental yang bisa kamu mintai bantuan profesionalnya tergantung dengan kebutuhan kamu.***

Share this article
Apakah ada tenaga kesehatan mental selain Psikolog dan Psikiater? Simak ulasannya berikut beserta perbedaan keduanya.