AYOJAKARTA.COM - Konsep ketsueki-gata dari Jepang menyatakan bahwa golongan darah membentuk temperamen seseorang.
Meski dianggap sebagai pseudosains, konsep ini tersebar luas di Jepang dan negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia
Dilansir dari web Verywell Mind, ketsueki-gata bermula pada tahun 1930, ketika seorang profesor Jepang Tokeji Furukawa menerbitkan sebuah laporan dalam Journal of Social Psychology yang berjudul “A Study of Temperament and Blood-Groups.”
Baca Juga: Fakta Kepribadian Orang yang Lahir Tanggal 27, 29 dan 31: Mudah Bergaul, Kreatif dan Disiplin
Dalam jurnal tersebut, ia berpendapat bahwa membangun hubungan antara kepribadian dan golongan darah “mungkin menjadi dasar yang berguna untuk studi objektif tentang temperamen.”
Dia membandingkan upaya ini dengan klasifikasi temperamen oleh dokter Yunani kuno Hipporcrates menjadi optimis, apatis, mudah tersinggung, dan melankolis.
Menurut konsep ini, empat cairan tubuh mempengaruhi kepribadian dan perilaku, namun Furukawa menegaskan bahwa klasifikasi temperamen modern biasanya terbagi dalam dua kelompok: fisiologis dan psikologis.
Baca Juga: SP2D Terpantau Sudah Muncul, 5 Bansos Ini Siap Cair Bulan April 2024 Menjelang Lebaran
Konsep kepribadian golongan darah memadukan kedua kategori tersebut, menggunakan fisiologi untuk menjelaskan jiwa.
Golongan darah A, B, O, dan AB masing-masing memiliki pengaruh unik terhadap kepribadian, kata Furukawa.
Dalam artikelnya, ia menyertakan grafik rinci untuk menyatakan bahwa golongan darah berhubungan dengan temperamen.
Konsep ketsueki-gata berpendapat bahwa masing-masing dari empat golongan darah mempunyai ciri-ciri kepribadian yang berbeda.
Baca Juga: Rismon Sianipar Bahas Dua Manipulator Berdarah Dingin dalam Kasus Jessica Wongso, Siapa?
Berikut adalah golongan darah dan temperamennya.
Orang dengan golongan darah A dikaitkan dengan sifat-sifat positif seperti kreativitas, kepintaran, dan kerja sama, sedangkan sifat-sifat negatif yang mereka miliki adalah sifat keras kepala dan tegang.
Orang dengan golongan darah B memiliki karakter kuat, bersemangat, empati, dan tegas, namun mereka juga dikaitkan dengan sifat egois dan perilaku yang tidak menentu.
Orang yang bergolongan darah ini dikatakan berbenturan dengan mereka yang bergolongan darah A.
Orang bergolongan darah AB memiliki karakter rasionalitas dan kemampuan beradaptasi, namun kelemahan mereka adalah penuh keragu-raguan, dan pelupa.
Sedangkan orang bergolongan darah O dikaitkan dengan karakteristik seperti percaya diri, tekad, ketahanan, dan intuisi, tetapi mereka juga dianggap egois dan tidak stabil.
Karena golongan darah O ini langka, orang-orang yang bergolongan darah ini sangat dihargai di Jepang.
***

Share this article
Konsep ketsueki-gata berpendapat bahwa masing-masing dari empat golongan darah mempunyai ciri-ciri kepribadian yang berbeda.