AYOJAKARTA.COM - Penulis buku “Fast Like a Girl”, Dr. Mindy Pelz dalam akun TikTok @yourpositivehealth menjabarkan apa yang terjadi dalam tubuh kita saat berpuasa.
Kalau kamu berpuasa 12 jam, tubuhmu mulai memproduksi keton dalam dosis yang baik.
Keton menunjukkan bahwa tubuh kita membakar lemak untuk dijadikan energi, bukan glukosa.
Baca Juga: Resmi Rilis Timeline Pendaftaran Sekolah Kedinasan Tahun 2024? Catat Tanggal Penting Berikut Ini!
Otak menjadi bersemangat, yang membuatmu mendapatkan kejernihan mental. Keton, menurut Dr. Pelz, mematikan hormon kelaparan.
Penelitian menunjukkan pada jam ke-15, kita melihat hormon pertumbuhan meningkat.
Hormon pertumbuhan adalah hormon yang membuat kamu awet muda dan membantu kamu membakar lemak.
Sedangkan pada laki-laki, terjadi peningkatan testosteron sebesar 1.300% hanya setelah puasa antara 13 hingga 15 jam.
Selanjutnya mulai terlihat pengurangan peradangan dalam tubuh.
Baca Juga: Apa Perbedaan Jurusan Teknik Sipil dan Arsitektur? Peluang Karier Mentereng
Dr. Pelz menyarankan orang yang mengalami nyeri sendi untuk melakukan puasa 15 jam setiap hari.
Dan mereka seperti, Ya Tuhan, tahukah kamu, persendian saya tidak lagi memiliki kekakuan yang sama.
Jika kamu melanjutkan puasa selama 17 jam, tubuh mendeteksi tidak ada makanan yang masuk, maka selanjutnya tubuh akan membakar sel-sel jahat yang bisa berubah menjadi sel kanker.
Dr. Pelz berpendapat, alih-alih menjadi lemas, tubuh menjadi lebih kuat karena pembakaran itu.
Selama bulan Ramadhan, rata-rata penduduk Indonesia berpuasa selama 14 jam, yakni dari jam 4 pagi sampai jam 6 sore.
Secara fiqh kita tidak dianjurkan untuk menahan puasa atau mengakhirkan waktu berbuka.
Berbeda dengan orang-orang di selatan atau utara bumi yang mungkin bisa berpuasa hingga 17 jam atau bahkan lebih jika Ramadhan bertepatan dengan musim panas.
***

Share this article
Otak menjadi bersemangat, yang membuatmu mendapatkan kejernihan mental. Keton, menurut Dr. Pelz, mematikan hormon kelaparan.