AYOJAKARTA.COM - Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tinggal menghitung jam. Sebentar lagi gema takbir akan bersahut-sahutan di langit dunia.
Di banyak rumah yang merayakan lebaran pun telah terhidang makanan khas nusantara saat Idul Fitri, ketupat dengan kuah opor.
Dilansir dari web Wonderful Indonesia, berikut beberapa fakta menarik seputar ketupat.
Baca Juga: Kepribadian Seseorang Bisa Diungkap Melalui Tipe Rambut, Kamu Si Bergelombang, Keriting atau Lurus?
Ketupat digunakan oleh Sunan Kalijaga sebagai simbol Idul Fitri
Ketupat adalah makanan olahan beras khas nusantara yang sudah ada sejak lama, bahkan sebelum agama Islam masuk ke nusantara.
Pada masa lampau, ketupat dijadikan bahan sesajen dengan cara digantungkan pada tanduk kerbau sebagai ekspresi syukur atas hasil panen.
Ketika Islam masuk ke nusantara, kebiasaan lama penduduk nusantara tersebut diadaptasi oleh Sunan Kalijaga sebagai simbol Idul Fitri.
Baca Juga: Tips Psikologi: Kebahagiaan Itu Ada dalam Pikiran bukan Keadaan
Hal ini dilakukan oleh Sunan Kalijaga agar masyarakat nusantara, khususnya Jawa, bisa dengan mudah menerima ajaran agama Islam.
Makna filosofi empat sisi ketupat
Tahukah kamu kalau empat sisi ketupat masing-masing memiliki nama, yakni Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan!
Sisi yang bernama Lebaran inilah yang menjadi nama lain dari Hari Raya Idul Fitri di Indonesia, yang artinya dibukakannya pintu maaf bagi orang lain.
Baca Juga: 12 Tanggal Lahir Pencetak Orang Kaya dan Sukses menurut Primbon Eyang Semar, Apakah Kamu Termasuk?
Sisi Luberan memiliki arti rezeki melimpah yang diaplikasikan dalam bentuk memberi sedekah kepada orang yang tidak mampu.
Sisi Leburan berarti dihapuskannya dosa setelah berpuasa satu bulan penuh sepanjang Ramadhan.
Sisi Laburan artinya kembali suci seperti bayi yang baru lahir.***

Share this article
Ini dia fakta menarik dan filosofis di balik hidangan ketupat. Makanan ini juga menjadi salah satu sajian favorit khas Lebaran.