AYOJAKARTA.COM - Kamu mungkin pernah mendengar atau melihat iklan suplemen otak yang diklaim bisa meningkatkan IQ orang yang mengkonsumsinya.
Ini sekadar mitos atau sesuai fakta? Psikolog Ferdian Perdana melalui akun TikTok @katapsikologi menjawab pertanyaan ini.
Pertama, menurut Ferdian, kita harus paham dulu mengenai IQ. Aspeknya IQ itu sangat banyak.
Dari wawasan umum, penalaran, konflik dan abstrak, kemampuan spasial, ruang, daya ingat, kemampuan kognitif, kemampuan penalaran, kemampuan matematika, dll.
Tergantung bagaimana alat ukurnya.
Kalau klaim suplemen otak bisa meningkatkan IQ, apalagi kalau kita sudah dewasa, rasanya itu adalah mitos.
Tapi kalau anak kecil yang meminum suplemen tersebut dengan untuk meningkatkan perkembangan kognitifnya sehingga nanti IQ-nya bisa meningkat ketika dewasa, itu mungkin fakta.
Dari kecil sampai dewasa artinya butuh puluhan atau belasan tahun.
Baca Juga: K-Lovers Merapat! Ini Daftar Korean Street Food yang Populer di Jakarta, Kamu Wajib Mencobanya!
Tapi, menurut Ferdian, jika yang mengkonsumsi itu orang dewasa, maka pengaruhnya akan sangat kecil.
Untuk mengujinya, silakan mengkonsumsi suplemen tersebut selama beberapa bulan, kemudian lakukan tes IQ sebelum dan sesudah mengkonsumsi suplemen tersebut.
Kemungkinan besar hasilnya tidak akan berubah jauh. Standar deviasinya kemungkinan sekitar plus minus 5 atau 3. Sehingga bisa jadi lebih tinggi 5 atau lebih rendah 5 dari tes sebelumnya.
Asalkan alat ukurnya sama dan psikolog yang melakukan tes juga sama.
Hasil yang berbeda mungkin terjadi jika yang mengkonsumsi adalah anak kecil usia 5 atau 6 tahun.
Peningkatan fungsi kognitif dengan cara memaksimalkan perkembangan otak dengan suplemen mungkin akan terjadi.***

Share this article
Mitos ataukah fakta kalau suplemen otak bisa meningkatkan IQ seseorang? Begini penjelasan menurut psikolog.