AYOJAKARTA.COM - Teknologi hadir untuk memudahkan urusan manusia. Sisi buruknya, kita semakin malas untuk bergerak.
Kamu mungkin pernah membaca anekdot tentang kenapa kita harus naik motor untuk ke warung tetangga, padahal kan ada mobil?
Perihal kemalasan untuk bergerak ini bahkan menjadi objek penelitian dari Stanford University, Amerika.
Baca Juga: Lolos Prakerja Gelombang 66, Segera Daftar Pelatihan Agar Akunmu Gak Dicabut!
Hasilnya, Indonesia menduduki peringkat pertama dengan penduduk paling malas untuk bergerak sedunia.
Padahal, menurut American Psychological Association, jalan kaki baik untuk kesehatan mental.
Bahkan olahraga dalam jumlah sedang dapat membantu menangkal depresi.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyarankan orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik selama 2,5 jam per minggu.
Orang dewasa yang melakukan setengah dari jumlah aktivitas fisik yang disarankan per minggu mengalami penurunan depresi hingga 18 persen.
Jumlah aktivitas fisik itu setara dengan jalan cepat sekitar 75 menit.
Jika aktivitas fisik tersebut dilakukan sesuai saran, atau 2,5 jam jalan cepat per minggu, maka penurunan risiko depresi menjadi 25 persen.
Berolahraga lebih dari jam yang disarankan tampaknya tidak memberikan manfaat tambahan pada suasana hati.
1 dari 9 potensi kasus depresi dapat dicegah jika semua orang dewasa hanya melakukan aktivitas fisik 150 menit per minggu.
Baca Juga: Tips Psikologi : Gunakan Efek Marilyn Monroe Untuk Memancarkan Rasa Percaya Diri
Nah, berapa jam dalam seminggu kira-kira kamu melakukan aktivitas fisik seperti jalan cepat?
Jika masih kurang dari 2,5 jam, ada baiknya untuk ditingkatkan.
Kamu bisa memulainya dengan mengurangi kebiasaan naik motor hanya untuk ke warung tetangga.
***

Share this article
Teknologi hadir untuk memudahkan urusan manusia. Sisi buruknya, kita semakin malas untuk bergerak atau olahraga.