AYOJAKARTA.COM - Orang mengatakan bahwa mata adalah "jendela jiwa". Mata dapat memberi tahu kita banyak hal tentang seseorang hanya dengan menatap ke dalamnya.
Dilansir dari Psychologist World, Para ahli bahasa tubuh dapat menyimpulkan sebagian besar kondisi seseorang melalui faktor-faktor yang berhubungan dengan mata.
1. Pupil
Pupil adalah bagian dari bahasa tubuh kita yang tidak dapat kita kendalikan.
Selain mengatur jumlah cahaya yang diterima dalam proses penglihatan, Eckhard Hess (1975) menemukan bahwa pupil membesar ketika kita tertarik pada lawan bicara kita atau objek yang kita lihat.
Sebagai indikatornya, periksalah ukuran pupil seorang teman ketika kamu sedang membicarakan sesuatu yang menarik dengannya, kemudian ganti topik pembicaraan ke sesuatu yang kurang menarik dan perhatikan pupilnya berkontraksi!
2. Kontak mata
Baca Juga: 5 Kelemahan Anies Baswedan Berdasarkan Hasil Tes Psikologi MBTI, Apa Saja?
Untuk melakukan kontak dan berkomunikasi dengan seseorang, kontak mata yang efektif sangat penting dalam interaksi kita sehari-hari dengan orang lain, dan juga bagi mereka yang ingin menjadi komunikator yang efektif di arena publik:
Kontak mata yang terus-menerus
Di budaya manapun kontak mata dengan seseorang diharapkan dilakukan secara teratur tetapi tidak terlalu lama.
Kontak mata yang terus-menerus sering kali dianggap sebagai upaya intimidasi, sehingga menyebabkan orang yang menjadi objek tatapannya merasa terlalu diperhatikan dan tidak nyaman.
Baca Juga: Semifinal Piala Asia U-23: 2 Tempat Nobar Resmi Indonesia vs Uzbekistan Gratis di Jakarta!
Kontak mata yang terlalu terus-menerus juga merupakan tanda kesadaran berlebihan seseorang terhadap pesan yang disampaikannya.
Kontak mata yang menghindar
Mengapa kita menghindari melihat seseorang? Mungkin karena kita merasa malu melihatnya jika kita tidak jujur dalam mencoba menipu mereka.
Namun, Universitas Stirling di Skotlandia menemukan bahwa, dalam studi tanya jawab pada anak-anak, mereka yang mempertahankan kontak mata cenderung tidak memberikan jawaban yang benar terhadap sebuah pertanyaan dibandingkan mereka yang memalingkan muka untuk mempertimbangkan tanggapan mereka.
Baca Juga: Semifinal Piala Asia U-23: 2 Tempat Nobar Resmi Indonesia vs Uzbekistan Gratis di Jakarta!
3. Menangis
Di sebagian besar budaya, tangisan dianggap disebabkan oleh pengalaman emosi yang ekstrem.
Biasanya dikaitkan dengan kesedihan, meski sering kali pengalaman kebahagiaan yang ekstrem, dan melalui humor, dapat menyebabkan kita menangis.
Seringkali, tangisan yang dipaksakan untuk mendapatkan simpati atau menipu orang lain dikenal sebagai "air mata buaya".
Baca Juga: Ada KPM Dapat Bansos Rp500 Ribu, Bansos Apa Itu?
4. Berkedip
Selain kebutuhan naluriah kita untuk berkedip, emosi dan perasaan kita terhadap lawan bicara dapat menyebabkan kita secara tidak sadar mengubah kecepatan kedipan kita.
Berkedip lebih dari rata-rata 6-10 kali per menit (lihat kanan) dapat menjadi indikator yang baik bahwa seseorang tertarik pada lawan bicaranya, dan oleh karena itu digunakan sebagai tanda menggoda.
5. Main mata
Kita menganggap mengedipkan mata sebagai bentuk rayuan nakal.
6. Arah pandangan mata
Arah pandang seseorang memberi tahu kita apa yang dipikirkan atau dirasakannya.
Hal yang perlu diwaspadai adalah arah pandangan mata seseorang ketika sedang berpikir.
Melihat ke kiri menunjukkan bahwa mereka sedang mengenang atau mencoba mengingat sesuatu.
Di sisi lain, melihat ke kanan menunjukkan pemikiran yang lebih kreatif, dan ini sering diartikan sebagai tanda potensial bahwa seseorang mungkin berbohong dalam situasi tertentu, misalnya membuat versi kejadian.
Catatan: jika seseorang kidal, indikator arah mungkin terbalik.***
Share this article
Ini dia 6 rahasia untuk membaca mata lawan bicara kita menurut tips psikologi, coba kamu praktikan dari sekarang.