AYOJAKARTA.COM – Merusak hubungan romantis adalah pola perilaku merusak diri sendiri dalam hubungan yang mengganggu hubungan yang sehat dan membenarkan perpisahan.
Ironisnya, kita sering merusak hubungan romantis untuk melindungi diri sendiri agar tidak terlalu dekat orang lain karena ketika kita benar-benar peduli, putus cinta akan terasa lebih menyakitkan.
Berdasarkan penelitian dari Universitas Harvard, ada 5 alasan utama kenapa ada orang merusak hubungan romantis mereka sendiri.
5 alasan tersebut yaitu:
Baca Juga: 10 Ciri Anak Ber-IQ Tinggi yang Perlu Para Orang Tua Ketahui Sejak Dini, Kelak Jadi Albert Einstein?
1. Rasa Takut
Alasan paling umum kita merusak hubungan romantis kita adalah karena rasa takut.
Ini termasuk rasa takut disakiti, ditolak, atau ditinggalkan oleh seseorang yang sangat kita sayangi, atau - rasa takut yang lebih umum terhadap komitmen.
Berdasarkan rasa takut, kamu mungkin mengatakan hal-hal yang menyabotase hubungan kamu:
"Saya takut patah hati lagi, jadi saya akan pergi sebelum mereka melakukannya."
"Saya tidak ingin terlalu terikat karena itu hanya akan menyakitkan nantinya."
"Saya tidak ingin memberikan seluruh diri saya kepada seseorang karena akan sangat menyakitkan ketika mereka pergi."
2. Rasa Rendah Diri
Baca Juga: Inilah 2 BLT yang Cair Bulan Mei 2024, Pencairan Lewat Bank dan PT Pos
Perilaku menyabotase diri sendiri sering kali dimotivasi oleh konsep diri yang negatif dan harga diri yang rendah.
Jika kamu merasa tidak pantas mendapatkan pasangan yang sehat dan terhubung atau hubungan yang sukses, kamu dapat menggagalkan perkembangannya.
"Saya tidak cukup baik atau tidak layak untuk dicintai."
"Aku tidak merasa percaya diri lagi."
"Saya menemukan alasan untuk pergi sebelum mereka menyadari bahwa saya hancur dan tidak pantas mendapatkannya."
3. Patah Hati di Masa Lalu
Memiliki hubungan sebelumnya yang berakhir karena perselingkuhan, ketidakjujuran, dan ketidakpercayaan sering kali mengarah pada merusak diri.
Hal ini berasal dari asumsi internal bahwa tidak ada orang yang dapat dipercaya, jadi tidak ada gunanya membiarkan diri kamu mendekat.
Berdasarkan kepercayaan yang rusak, kamu mungkin mengatakan hal-hal seperti:
"Saya tidak pernah mempercayai siapa pun 100 persen lagi."
"Komitmen sepertinya tidak mungkin dilakukan saat ini."
"Saya tidak tahu apakah saya bisa memberikan kesempatan kepada orang baru untuk mendapatkan kepercayaan saya karena saya selalu mencari cara untuk menghancurkannya."
4. Harapan Terlalu Tinggi dan Tidak Realistis
Memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi untuk hubungan romantis, dapat membuat Anda menolak pasangan yang menunjukkan kualitas yang tidak ideal.
Hal ini seperti memiliki pandangan yang sangat perfeksionis tentang bagaimana seharusnya pasangan romantis atau percaya pada takdir romantis.
Berdasarkan harapan yang tidak realistis, kamu mungkin mengatakan hal-hal seperti:
"Hubungan saya tidak pernah sesuai dengan apa yang saya inginkan."
"Karena saya tidak bisa memiliki dongeng, mengapa harus repot-repot."
"Semua orang yang saya kencani selalu mengecewakan saya."
5. Tidak Memiliki Keterampilan Dalam Menjalin Hubungan
Baca Juga: Tes Kepribadian: Kenali Sifat Seseorang Dari Cara Ia Berjalan
Orang sering menyabotase hubungan karena mereka tidak tahu apa yang diperlukan untuk memiliki hubungan romantis yang sehat dan sukses.
Ini termasuk perilaku yang merusak hubungan karena kamu kurang pengalaman, tidak fleksibel, tidak dewasa, atau telah mengetahui bahwa kamu tidak berdaya untuk membuat hubungan berhasil.
Berdasarkan pada kurangnya keterampilan menjalin hubungan, kamu mungkin mengatakan hal-hal seperti:
"Saya tidak yakin bagaimana cara berkencan, saya tidak tahu apa yang saya lakukan."
"Saya tidak dapat menemukan motivasi atau keinginan untuk menemukan pasangan yang baik."
"Saya hanya menginginkan sebuah hubungan jika sesuai dengan kebutuhan saya, itu harus sesuai dengan keinginan saya."
Baca Juga: Tes Kepribadian: Kenali Sifat Seseorang Dari Cara Ia Berjalan
Inilah 5 alasan orang merusak hubungan romantis mereka sendiri. Penelitian ini dilakukan di Universitas Harvard, AS, dengan melibatkan 700 responden.***

Share this article
Berikut fakta psikologi 5 alasan orang merusak hubungan romantis mereka sendiri merut Psikologi Harvard.