Fakta Psikologi 5 Alasan Orang Merusak Hubungan Romantis Mereka Sendiri Menurut Psikolog Harvard, Penelitian yang Melibatkan 700 Responden

Ilustrasi fakta psikologi
Ilustrasi fakta psikologi

AYOJAKARTA.COM – Merusak hubungan romantis adalah pola perilaku merusak diri sendiri dalam hubungan yang mengganggu hubungan yang sehat dan membenarkan perpisahan.

Ironisnya, kita sering merusak hubungan romantis untuk melindungi diri sendiri agar tidak terlalu dekat orang lain karena ketika kita benar-benar peduli, putus cinta akan terasa lebih menyakitkan.

Berdasarkan penelitian dari Universitas Harvard, ada 5 alasan utama kenapa ada orang merusak hubungan romantis mereka sendiri.

5 alasan tersebut yaitu:

Baca Juga: 10 Ciri Anak Ber-IQ Tinggi yang Perlu Para Orang Tua Ketahui Sejak Dini, Kelak Jadi Albert Einstein?

1. Rasa Takut

Alasan paling umum kita merusak hubungan romantis kita adalah karena rasa takut.

Ini termasuk rasa takut disakiti, ditolak, atau ditinggalkan oleh seseorang yang sangat kita sayangi, atau - rasa takut yang lebih umum terhadap komitmen.

Berdasarkan rasa takut, kamu mungkin mengatakan hal-hal yang menyabotase hubungan kamu:

"Saya takut patah hati lagi, jadi saya akan pergi sebelum mereka melakukannya."

"Saya tidak ingin terlalu terikat karena itu hanya akan menyakitkan nantinya."

"Saya tidak ingin memberikan seluruh diri saya kepada seseorang karena akan sangat menyakitkan ketika mereka pergi."

2. Rasa Rendah Diri

Baca Juga: Inilah 2 BLT yang Cair Bulan Mei 2024, Pencairan Lewat Bank dan PT Pos

Perilaku menyabotase diri sendiri sering kali dimotivasi oleh konsep diri yang negatif dan harga diri yang rendah.

Jika kamu merasa tidak pantas mendapatkan pasangan yang sehat dan terhubung atau hubungan yang sukses, kamu dapat menggagalkan perkembangannya.

"Saya tidak cukup baik atau tidak layak untuk dicintai."

"Aku tidak merasa percaya diri lagi."

"Saya menemukan alasan untuk pergi sebelum mereka menyadari bahwa saya hancur dan tidak pantas mendapatkannya."

3. Patah Hati di Masa Lalu

Baca Juga: Rezeki Awal Mei! 11.771 KPM di 6 Wilayah Ini Cair Bantuan PKH+BPNT dan PKH Murni Secara Tunai, Ada Daerahmu?

Memiliki hubungan sebelumnya yang berakhir karena perselingkuhan, ketidakjujuran, dan ketidakpercayaan sering kali mengarah pada merusak diri.

Hal ini berasal dari asumsi internal bahwa tidak ada orang yang dapat dipercaya, jadi tidak ada gunanya membiarkan diri kamu mendekat.

Berdasarkan kepercayaan yang rusak, kamu mungkin mengatakan hal-hal seperti:

"Saya tidak pernah mempercayai siapa pun 100 persen lagi."

"Komitmen sepertinya tidak mungkin dilakukan saat ini."

"Saya tidak tahu apakah saya bisa memberikan kesempatan kepada orang baru untuk mendapatkan kepercayaan saya karena saya selalu mencari cara untuk menghancurkannya."

4. Harapan Terlalu Tinggi dan Tidak Realistis

Baca Juga: Status Terkini Penyaluran PKH BPNT Alokasi Juni 2024 di SIKS-NG, Benarkah akan Cair? Ini Info Resmi dari Pusat

Memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi untuk hubungan romantis, dapat membuat Anda menolak pasangan yang menunjukkan kualitas yang tidak ideal.

Hal ini seperti memiliki pandangan yang sangat perfeksionis tentang bagaimana seharusnya pasangan romantis atau percaya pada takdir romantis.

Berdasarkan harapan yang tidak realistis, kamu mungkin mengatakan hal-hal seperti:

"Hubungan saya tidak pernah sesuai dengan apa yang saya inginkan."

"Karena saya tidak bisa memiliki dongeng, mengapa harus repot-repot."

"Semua orang yang saya kencani selalu mengecewakan saya."

5. Tidak Memiliki Keterampilan Dalam Menjalin Hubungan

Baca Juga: Tes Kepribadian: Kenali Sifat Seseorang Dari Cara Ia Berjalan

Orang sering menyabotase hubungan karena mereka tidak tahu apa yang diperlukan untuk memiliki hubungan romantis yang sehat dan sukses.

Ini termasuk perilaku yang merusak hubungan karena kamu kurang pengalaman, tidak fleksibel, tidak dewasa, atau telah mengetahui bahwa kamu tidak berdaya untuk membuat hubungan berhasil.

Berdasarkan pada kurangnya keterampilan menjalin hubungan, kamu mungkin mengatakan hal-hal seperti:

"Saya tidak yakin bagaimana cara berkencan, saya tidak tahu apa yang saya lakukan."

"Saya tidak dapat menemukan motivasi atau keinginan untuk menemukan pasangan yang baik."

"Saya hanya menginginkan sebuah hubungan jika sesuai dengan kebutuhan saya, itu harus sesuai dengan keinginan saya."

Baca Juga: Tes Kepribadian: Kenali Sifat Seseorang Dari Cara Ia Berjalan

Inilah 5 alasan orang merusak hubungan romantis mereka sendiri. Penelitian ini dilakukan di Universitas Harvard, AS, dengan melibatkan 700 responden.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# fakta psikologi
# fakta psikologi
# Romantis
# asmara
# hubungan

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.