AYOJAKARTA.COM – Apakah istilah FOMO ini terdengar familiar pada telingamu?
FOMO adalah singkatan dari istilah Fear of Missing Out, istilah yang mulai populer seiring perkembangan sosial media.
Secara umum, FOMO adalah kondisi kesehatan mental dimana seseorang mengalami kekhawatiran terus menerus tentang kehilangan informasi.
Baca Juga: 7 Tips Lengkap Mendapat Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Dijamin Lolos
Hal tersebut bisa berupa sosialisasi, pengetahuan yang berguna, peristiwa yang berkesan atau pengalaman baru.
Bersamaan dengan itu, kamu mungkin juga terlibat dalam perilaku kompulsif untuk melawan perasaan ini.
Semakin dianggap sebagai kondisi kesehatan mental, gejala FOMO biasanya bermanifestasi sebagai penggunaan media sosial yang patologis dan ketakutan terus-menerus akan penyesalan.
FOMO ditandai dengan keinginan untuk mengetahui dan terus terhubung dengan apa yang orang lain alami atau lakukan.
Hal ini dapat diakibatkan oleh kejadian-kejadian kecil yang membuat kamu merasa bahwa kamu "ketinggalan informasi" mengenai sebuah gosip, peristiwa menarik, atau pengalaman orang lain.
FOMO di Media Sosial
Istilah 'FOMO' diciptakan pada tahun 2004 dan populer digunakan dalam kaitannya dengan perilaku media sosial yang bermasalah.
Dalam hal ini, orang merasa perlu untuk terus memperbarui diri mereka sendiri tentang aktivitas orang lain di platform media sosial untuk memastikan bahwa mereka tidak "ketinggalan" apa pun.
FOMO muncul dari masalah psikologis tertentu.
Individu yang mengalami FOMO di media sosial biasanya menunjukkan penggunaan situs jejaring sosial yang obsesif.
Baca Juga: Mudah! 3 Tips Mengecek Kesehatan Baterai Handphone Android
Mereka dapat mengembangkan gejala kecemasan atau depresi yang parah ketika mereka dikecualikan dari pertukaran online atau tidak dapat mengakses media sosial.
Dalam banyak kasus, mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka di platform virtual, menjadi lalai atau abai terhadap lingkungan sekitar mereka.
Hal ini dapat menyebabkan konflik sosial, rusaknya hubungan, dan isolasi sosial.
Prevalensi FOMO telah meningkat akhir-akhir ini, berkat kemajuan teknologi dan peningkatan penggunaan situs jejaring sosial.
Ciri-ciri FOMO
FOMO belum diakui sebagai diagnosis resmi oleh praktisi psikologi medis.
Namun, berdasarkan penelitian populer, ciri khas rasa takut ketinggalan dalam kaitannya dengan penggunaan media sosial.
Ciri-cirinya adalah:
1. Menghabiskan waktu yang berlebihan di media sosial sambil mengabaikan tanggung jawab lainnya
2. Memperoleh kebahagiaan terutama dari penggunaan media sosial
3. Merasakan ketidaknyamanan yang ekstrem dan emosi negatif saat tidak dapat menggunakan media sosial atau mengetahui keberadaan teman dan kenalan
4. Mendasarkan harga diri kamu secara eksklusif pada pendapat orang lain
5. Merasa dikucilkan dan tertinggal ketika ketinggalan dalam percakapan online
6. Dorongan ekstrem untuk meniru atau meniru semua aktivitas menarik yang terlihat di platform media sosial
7. Berkurangnya kebutuhan untuk tidur
8. Sosialisasi yang ekstrem, baik secara offline maupun online
9. Berkurangnya kepuasan hidup ketika tidak berinteraksi secara online
Nah inilah fakta psikologi seputar FOMO. Coba tanyakan pada dirimu sendiri, Apakah Kamu Mengalaminya? ***
***

Share this article
Secara umum, FOMO adalah kondisi kesehatan mental dimana seseorang mengalami kekhawatiran terus menerus tentang kehilangan informasi.